Rekomendasi

Viral, Sebuah Masjid Akan Dilelang BPR, Undang Reaksi Warga

Selasa, 29 Oktober 2019 : 21.03
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Warga Sukoharjo dan sekitarnya, khususnya umat Islam heboh memperbincangkan informasi viral disertai unggahan foto masjid di Dukuh Bangsi Cilik, Kriwen, Sukoharjo bernama Riyadhul Jannah akan dilelang sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Informasi yang didapat hariankota.com, tanah dan bangunan masjid akan dilelang lantaran sertifikatnya diketahui telah dijadikan agunan pinjaman uang, dan saat ini telah melampaui batas jatuh tempo pengembalian.

Sontak, kabar yang belum terkonfirmasi ini langsung mengundang reaksi banyak warga. Sejak foto masjid tersebut beredar, Sabtu (26/10/2019) kemarin, banyak pihak penasaran ingin mengetahui permasalahannya dengan langsung datang ke lokasi.

Dari masyarakat biasa, tokoh agama, pengusaha, hingga pejabat pemerintah silih berganti mendatangi masjid tersebut untuk mengecek kebenaran informasi yang telah mengundang keprihatinan itu.

Pengurus masjid yang juga takmir, Mulyono (52), saat ditemui Wakil Bupati (Wabup) Sukoharjo, Purwadi, Selasa (29/10/2019) mengatakan, bermula dari adanya spanduk pemberitahuan bertuliskan, tanah dan bangunan ini dalam pengawasan PT BPR Central Internasional.

"Sebulan lalu spanduk itu dipasang lalu menjadi viral di medsos. Saya hanya diberi amanah menjaga masjid ini, dan saya sendiri juga tidak tahu menahu. Banyak yang datang kesini untuk membantu," katanya.

Mulyono menuturkan, tanah dan masjid merupakan milik almarhum Yatimin Yitno Diharjo, dikenal sebagai pengusaha transportasi bis angkutan pedesaan bernama PO Wahyu Putro Sukoharjo.

"Pada tahun 2011, sebelum masjid dibangun, tanah seluas sekira 1000 meter persegi lebih ini diagunkan untuk pengajuan pinjaman uang ke BPR oleh salah satu ahli waris, yakni anak bungsu pemilik tanah," terangnya.

Namun begitu, pada tahun yang sama, setelah sertifikat dijadikan agunan, selang beberapa bulan kemudian disusul pembangunan Masjid yang langsung diresmikan oleh Yatimin sebelum meninggal dunia.

"Katanya tanah masjid ini diagunkan senilai Rp 400 juta. Tapi kata pihak BPR, dari tahun 2011 sampai sekarang nggak pernah diurus, hingga akhirnya ada berita akan dilelang itu," imbuhnya.

Kepada Purwadi, Mulyono pun menyampaikan harapannya agar dibantu menyelesaikan permasalahan masjid supaya warga seterusnya bisa menggunakan sebagai tempat ibadah dengan tenang.

"Saya secara pribadi ikut prihatin, makanya ingin tahu dari pengurusnya langsung. Insya Allah, akan kami upayakan menggerakkan sejumlah elemen agar bisa membantu. Miris rasanya mendengar masjid kok mau dijual," tukas Wabup.

Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :