Rekomendasi

Wanita Ini Bantah Ada Oknum Polisi Terlibat Perampasan Mobil

Sabtu, 05 Oktober 2019 : 20.47
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Dugaan ada oknum polisi bertindak seperti debt collector, merampas mobil warga sebagai jaminan hutang dibantah oleh seorang wanita bernama Dina Yusniar (36) warga Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, yang dikaitkan dengan kejadian tersebut.

Didampingi Richo selaku kuasa hukum dan sejumlah kerabat, Dina dengan membawa setumpuk berkas data barang bukti mendatangi Mapolres Sukoharjo, Sabtu (5/10/2019) sore.

"Saya mau klarifikasi terkait berita pada, Jum'at (4/10/2019) yang dibuat Bima Saraswati tentang dua oknum Brimob merampas mobil. Itu semuanya salah besar," tegasnya saat ditemui hariankota.com dan awak media lain.

Kasus bermula dari kerjasama usaha batik pada 2017 lalu dengan perjanjian keuntungan sebesar 20% dari pinjaman modal yang telah diberikan Dina kepada Bima secara bertahap hingga total jumlahnya mencapai Rp 120 juta.

"Tapi dengan perjalanan waktu hingga 5-6 bulan, dia (Bima) ini terus menghilang. Lama saya cari - cari akhirnya ketemu tempat tinggalnya. Lalu saya minta tolong rekan - rekan jamaah untuk mendampingi," terangnya.

Dina pun mengatakan, sama sekali tidak tahu jika diantara rekan - rekan jamaah anggota pengajian yang mendampinginya tersebut ada anggota Brimob didalamnya. Karena saat itu tidak menggenakan seragam.

"Saya hanya minta ditemani saja. Lha kemana?. Saya itu mencari orang, ini sudah ketemu mau saya ajak ke Polres. Bima itu (kemudian) satu mobil dengan saya, tidak ada paksaan. Saya juga izin sama Pak RT setempat, dan penjaga keamanan perumahan tempat tinggalnya," ujarnya.

Dalam perjalanan menuju kantor polisi, menurut Dina, Bima menangis, merengek agar persoalan pinjaman modal usaha yang menjadi tanggung jawabnya diselesaikan dengan cara kekeluargaan saja.

Permintaan ini, semula tidak dihiraukan oleh Dina, karena Bima dinilai tidak mempunyai itikad baik. Menghilang tanpa kabar berita saat akan dimintai pertanggung jawaban persoalan pinjaman modal usaha.

"Dua oknum Brimob ini tidak tahu apa- apa. Lha kok malah dimunculkan di berita merampas mobil. Saya kan jadi tidak enak, dan merasa bersalah. Mobil itu, Bima yang menyerahkan sendiri. Ada surat pernyataannya sebagai jaminan," tandasnya.

Mengutip penyataan Bima kepada Dina, mobil akan diambil setelah seluruh persoalan pengembalian pinjaman modal telah dilunasi. Untuk sementara, Bima disebutkan menjaminkan mobil miliknya tersebut kepada Dina.

"Karena saya itu merasa kasihan, mungkin dia mau berubah menjadi labih baik, tidak seperti dulu lagi suka lari bersembunyi. Maka saya percaya. Tapi kenyataannya malah seperti ini," ucapnya.

Sementara, kuasa hukum Dina, Richo menambahkan, sebenarnya, jauh sebelum kasus ini, pihaknya juga telah melaporkan Bima ke Polresta Solo dengan delik penipuan dan penggelapan.

"Dengan kondisi ini, maka kami tetap melanjutkan pelaporan yang di Polresta Solo saja. Karena setelah menunggu selama tiga tahun, yang bersangkutan ternyata tidak memiliki itikad baik," tutupnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More