Rekomendasi

2021 Seluruh Pembangkit Listrik di Bali Gunakan Bahan Bakar Gas

Selasa, 12 November 2019 : 18.28
Published by Hariankota
BALI - Gubernur Bali Wayan Koster membuat kebijakan Bali Mandiri Energi Listrik dengan bahan bakar gas, yang ramah lingkungan. Untuk itu dirinya terus mendorong pelaku usaha ketenagalistrikan di Provinsi Bali untuk agar mengkonversi bahan bakar pembangkit listrik.

"Dari semula berbahan bakar batubara atau minyak menjadi pembangkit listrik dengan menggunakan gas. Dan konversi dilakukan dalam jangka waktu yang disepakati oleh pelaku usaha ketenagalistrikan dengan Pemerintah Daerah dan/atau paling lama sesuai umur ekonomis pembangkit," jelasnya, Selasa (12/11/2019) siang.

Saat ini pasokan listrik di Bali diberoleh dari beberapa pembangkit listrik, salah satunya di Desa Celukan BawangKecamatan Gerokgak, Buleleng dengan kapasitas 380 MW yang masih menggunakan bahan bakar batubara.

Disebutkan Koster, seandainya belum bisap mengkonversi pembangkit listriknya ke gas, pihaknya meminta agar operasional pembangkit dibuat menjadi lebih ramah lingkungan.

"Caranya dengan menginstal suatu alat dalam sistemnya sehingga folusi yang ditimbulkan menjadi lebih rendah," imbuhnya. Dan saat ini PLTGU di Celukan Bawang meski masih menggunakan bahan bakar batubara namun proses pengolahan sudah mulai baik dan tidak seperti sebelumnya.

Selanjutnya ada dua pembangkit di Pesanggaran, Gubernur Koster mengatakan bahwa saat ini sudah mulai menggunakan bahan bakar gas. Sedangkan pembangkit di Gilimanuk 2020 mendatang juga sudah bersedia untuk menggunakan bahan bakar yang sama dan pembangkit sisanya dimulai pada 2021.

"Nantinya tahun 2021, semua yang ada di Bali ini (pembangkit) sudah (pakai bahan bakar) gas," pungkasnya.

Jurnalis : dek

Editor : Mahardika

Share this Article :