Rekomendasi

Aliran Bengawan Solo Dipenuhi Bangkai Ikan Diduga Akibat Limbah

Senin, 04 November 2019 : 16.46
Published by Hariankota
SRAGEN - Diduga akibat limbah yang mencemari aliran sungai Bengawan Solo, ribuan ikan mendadak mati dan memenuhi sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo di wilayah Sragen.

Menurut penuturan warga sekitar, bau busuk dari bangkai ikan, membuat warga terganggu. Warga menuturkan, diduga kuat ribuan ikan itu mati akibat dampak pencemaran limbah di Bengawan Solo yang kian parah.

“Sejak empat hari terakhir, ikan pada mati. Bahkan bangkai ikan sampai memenuhi sungai,“ ujar Lestariyanti (38) warga Dukuh Nglombo, Desa Tenggak, Sidoharjo, Sragen, Senin (4/11/2019).

Menurut Lestari, kematian ribuan ikan itu menjadi yang terparah sepanjang sejarah. Ia menduga matinya ikan akibat limbah buangan pabrik yang hitam pekat dan beracun.

"Ini limbahnya paling parah. Hitam pekat dan beracun. Selain sapu-sapu, ikan patin, lele, wader juga mati semua," tuturnya.

Warga berharap, pemerintah segera turun tangan untuk menuntaskan pencemaran Sungai Bengawan Solo yang semakian parah tersebut. Pencemaran selalu terjadi tanpa pernah tertangani.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen, Samsuri menyatakan, untuk pencemaran sungai Bengawan Solo yang diakibatkan pembuangan limbah di wilayah Sragen, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan bupati terkait untuk meminimalisir pembuangan ke anak sungai bengawan.

Sedangkan untuk pencemaran dari limbah yang terjadi di Bengawan Solo, diduga juga berasal dari buangan pabrik-pabrik besar di luar Sragen, utamanya di wilayah atas Sragen.

Untuk yang penanganan sumber pencemaran di luar Sragen, hal itu menjadi kewenangan provinsi.

"Kita telah membuat laporan ke provinsi. Nanti dari provinsi akan memmerintahkan kabupaten-kabupaten untuk memiminalisir limbah buangan di masing-masing wilayah. Kita nggak punya kewenangan langsung menegur Karanganyar atau daerah atas lainnya.

Mengenai kematian ikan di sepanjang Sungai Bengawan Solo dampak limbah beracun saat ini, kami segera menerunkan tim, untuk melakukan pengecekan,” kata dia.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :