Rekomendasi

Angka Kecelakan di Jalan Tol Solo-Ngawi Tinggi

Senin, 25 November 2019 : 16.42
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Angka kecelakaan di ruas jalan tol Solo-Ngawi cukup tinggi. Dalam kurun waktu bulan Januari 2019 hingga bulan November 2019, telah terjadi 30 kali kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 13 orang.

Hal tersebut dikatakan direktur Jasa Marga Solo-Ngawi (JSN), Ari Wibowo, usai serah terima pos pantau di pintu tol Kebakramat, Senin (25/11/2019). Pos pantau yang sebelumnya milik JSN, diserahkan kepada Polres Karanganyar.

Menurut Ari Wibowo, salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan, karena para pengguna jalan mengalami kelelahan, akibat menempuh perjalanan yang cukup panjang dari arah Barat.

Penyebab lainnya, jelas Ari Wibowo, karena para pengguna jalan kurang mengantisipasi dan melaju dengan kecepatan melebihi ketentuan batas kecepatan maksimal, 100 km per jam.

“Penyebabnya karena kelelahan akibat menempuh perjalan yang cukup panjang dari arah Barat. Rata-rata kecelakaan yang terjadi, menabrak bagian belakang karena kurangnya antisipasi,” jelasnya, Senin (25/11/2019).

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan, ujar Ari Wibowo, pihaknya akan memasang lampu di sejumlah titik yang telah teridentifikasi rawan kecelakaan.

Di titik rawan kecelakaan (black spot, red) ini akan dipasang lampu strobe warna biru dan flip pop untuk memberi peringatan kepada para pengendara.

“Memang untuk jalan tol di luar kota, berdasarkan aturan, tidak ada lampu. Meski demikian, berdasarkan hasil identifikasi yang kami lakukan, terutama di daerah rawan kecelakaan, akan kita pasang lampu,” kata dia.

Sementara itu, Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, menyatakan, melalui pos pantau yang diserahkan oleh JSN, akan memudahkan pemantauan arus lalu lintas, baik di jalan tol maupun di luar jalan tol. Terutama untuk mengantisipasi terjadi kecelakaan lalu lintas.

"Ini merupakan bagian dari pengoperasian jalan tol. Pos pantau ini digunakan untuk kepentingan di jalan tol maupun di luar jalan tol. Ini yang perlu diantisipasi bersama,“ ujarnya.

Terhadap tingginya kecelakaan di jalan tol, Kapolres juga mendesak agar JSN segera menambah lampu penerangan jalan dan rambu-rambu lalu lintas.

“Pengguna jalan kan taunya jalan kan luru dan rata. Untuk mengantisippasi jaln yang bergelombang, perlu penambahan lampu penerangan jalan dan rambu lalu lintas. Di pos pantau ini, kita akan memberikan himbauan kepada pengguna jalan agar istiirahat jika mengalami kelelahan,” tandas Kapolres.

Jurnalis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Share this Article :