Rekomendasi

ASN Karanganyar Wajib Kenakan Hancinco, Seperti Apa Pakaian ini?

Kamis, 07 November 2019 : 18.28
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Karanganyar, secara resmi mewajibkan mengenakan pakaian adat kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Kamis, kepada seluruh pegawai pemerintah ini.

Hal tersebut mengacu kepada surat gubernur Jawa Tengah Non 065.5/0019836 tertanggal 12 September 2019.

Menindaklanjuti surat gubernur Jawa Tengah tersebut, bupati Karanganyar mengeluarkan surat Nomor 025/7296.17, pakaian dinas harian (PDH) berupa pakaian adat yang digunakan, untuk ASN pria, mengenakan pakaian Hancinco (pakaian petani, red) berupa baju hitam, celana hitam dan ikat kepala, serta mengenakan sepatu sandal.

Sedangkan bagi ASN wanita, mengenakan pakaian kebaya, serta kain jarit. Dipilihnya Hancinco yang mirip pakaian adat dari daerah lain dan bukan memilih pakaian batik local, seperti batik Girilayu sebagai PDH, mendapat kriikan dari warga.

Haryanto, salah satu warga Jaten, kepada hariankota.com, mengapresiasi langkah bupati Karanganyar yang mengenakan pakaian tradisional. Hanya saja, menurut Haryanto, sebaiknya busana tradisional yang dikenakan tersebut, lebih menonjolkan budaya lokal.

“Di Karanganyar kana da perajin batik. Misalnya di Girilayu yang tekenal dengan perajin batiknya. Alangkah lebih bijak jika mengenakan pakaian tradisional yang dimiliki. Tentu saja hal ini akan berdampak secara ekonomi, terutama bagi perajin batik,” ujarnya.

Sementara itu, usai membuka festival buku di kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah, Kamis (07/11/2019) bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan, jika pakaian batik sudah dipakai setiap hari Selasa tidak diseragamkan dan bebas.

Hal ini, menurut bupati, agar perajin batik tetap bergairah. Sedangkan untuk PDH hari Kamis, jelas bupati, merupakan anjuran gubernur, agar setiap daerah agar menamilkan busana khasnya.

“Pakaian Hancinco ini ingin kita jadikan pakaian khas Karanganyar. Pakaian ini menunjukkan kesederhanaan. Pakaian ini dulunya dikenakan oleh petani. Pakaian ini sederhana, mudah dan praktis dan memudahkan aktifitas dalam bekerja,” ujar bupati.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More