Rekomendasi

Atap Bangunan Ambrol, Siswa KB Harapan Bangsa Tempati Ruang Kelas Darurat

Senin, 11 November 2019 : 18.34
Published by Hariankota
SOLO - Kondisi Bangunan ruang kelas di Kelompok Bermain (KB) Harapan Bangsa, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Solo, hingga saat ini masih tampak memprihatinkan.

Pasalnya, kondisi kerusakan ruang kelas karena ambrolnya bagian atap bangunan sejak 27 Januari 2019 lalu, hingga kini belum diperbaiki.

Akibatnya, para siswa di KB yang diresmikan Wali Kota Joko Widodo (Jokowi) tahun 2007 itu pun harus dipindahkan ke ruang kelas darurat untuk tetap mengikuti proses belajar mengajar.

Sebagaimana diketahui, ruang kelas darurat itu, sebelumnya merupakan teras gedung yang ditata sedemikian rupa dengan memasang pagar tripleks di pinggir teras sebagai pembatas antara ruang belajar dengan halaman.

Pihak pengelola KB itu pun terpaksa harus memasang atap plastik di sisi dalam tembok gedung agar air hujan tidak masuk ke dalam ruangan. Meski demikian, atap darurat itu pun belum cukup untuk mencegah air hujan yang masuk.

Kepala KB Harapan Bangsa Surakarta, Sri Wahyuningsih mengungkapkan, bahwa kondisi ruang kelas darurat itu memang belum ideal. Kondisi itu makin memprihatinkan pula karena berkurangnya jumlah siswa didik yang ada saat ini.

“Kalau siang kondisinya jadi panas, anak-anak kurang nyaman. Selain itu sejak atap gedung kami rusak, jumlah anak yang bersekolah di sini berkurang drastis. Bila dulu ada 45 an anak, sekarang hanya ada 22 anak,” terang Sri Wahyuningsih kepada wartawan di lokasi setempat, Senin (11/11/2019).

Dengan kondisi tersebut, imbuh Sri Wahyuningsih, pihaknya pun sudah mengajukan permohonan bantuan perbaikan atas kerusakan gedung itu ke Pemkot Surakarta.

Namun menurut informasi yang diterimanya pihak Dinas Pendidikan Kota Surakarta, perbaikan gedung tersebut baru akan dilaksanakan tahun 2020 mendatang.

Dalam hari yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta, Sugeng Riyanto saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke KB Harapan Bangsa.

Senada dengan Sri Wahyuningsih, Sugeng pun mengungkapkan keprihatinannya dan berharap pihak Pemkot Surakarta agar sesegera mungkin merenovasi bangunan tersebut.

“Pemkot punya tanggung jawab untuk hadir dalam persoalan ini. Pemkot harus merenovasi gedung ini sehingga KBM anak-anak bisa berjalan baik, aman, dan nyaman. Saya akan coba komunikasikan permasalahan ini ke dinas,” papar Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta itu kepada wartawan, di sela kunjungan sidaknya di KB tersebut.

Jurnalis :Kacuk Legowo
Editor : Mahardika

Share this Article :