Rekomendasi

Awas, Nekat Mesum Ditaman Ini Bakal Diceburkan Ke Telaga

Rabu, 20 November 2019 : 17.17
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Merespon banyaknya komentar bernada prihatin atas foto diduga orang pacaran di Taman Pakujoyo yang viral di media sosial, Pemkab Sukoharjo melalui Kelurahan Gayam selaku penanggung jawab taman, bakal menerapkan sanksi tegas.

Melalui papan peringatan, para pengunjung diminta tidak memanfaatkan ruang publik tersebut untuk hal - hal tidak senonoh, semisal pacaran sambil bermesraan. Jika nekat, maka pelaku akan diceburkan ke telaga tak jauh dari taman.

"Jadi, sebelum taman ini tertata rapi kan sering digunakan untuk pacaran. Setelah kami kelola dengan baik, melibatkan masyarakat, sekarang menjadi tempat tujuan wisata tidak hanya bagi warga Sukoharjo saja, tapi juga warga luar kota lainnya," kata Lurah Gayam, Havid Danang, Rabu (20/11/2019).

Kepada hariankota.com, ia menyampaikan, seiring perkembangan waktu, mengingat sekarang sudah menjadi wahana wisata edukasi bagi anak - anak, maka menjadi preseden tidak baik ketika ternyata masih ada yang memanfaatkan taman sebagai sarana berpacaran, bahkan hingga bermesraan didepan banyak pengunjung.

"Kami miris, ada sebagian remaja menggunakan tempat wisata ini sebagai sarana berpacaran. Dari paguyuban pedagang dan kami selaku pembina sebenarnya merasa geram. Sering kami ingatkan, tapi mereka suka ada yang membandel," ujar Havid.

Puncaknya beberapa waktu lalu, ada yang tertangkap basah lantaran siang hari saat ramai pengunjung nekat berpacaran ditaman. Sepasang remaja yang tak disebutkan identitasnya ini langsung digelandang petugas Trantib Kelurahan untuk dilakukan pembinaan.

"Mereka ketahuan berciuman didepan banyak orang. Ini sangat tidak pantas dan kurang baik untuk edukasi, dan moralitas, terutama saat perbuatan itu dilihat anak - anak," ucap Havid.

Dari temuan itu, akhirnya paguyuban pedagang bersama pengelola taman bersepakat. Agar ada efek jera, bagi yang nekat pacaran sambil bermesraan, jika ketahuan akan diberi hukuman diceburkan ke telaga rame - rame.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :