Rekomendasi

Bau Limbah Udara Meluas Hingga Wonogiri, PT RUM Minta Maaf

Senin, 25 November 2019 : 20.00
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Dampak bau limbah udara pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) yang berada di Desa Plesan, Nguter, Sukoharjo meluas hingga menjangkau wilayah kabupaten tetangga, yakni Wonogiri.

Informasi yang didapat hariankota.com, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo bahkan dikabarkan naik pitam saat audensi dengan pihak manajemen pabrik.

Pertanyaannya tentang kapan persoalan bau limbah akan berakhir tidak mendapat kepastian. Manajemen PT RUM dinilai berbelit - belit dalam memberikan jawaban.

Menanggapi hal ini, Humas PT RUM, Bintoro Dibyoseputro saat dikonfirmasi, Senin (25/11/2019) mengatakan, belum mengetahui informasi tersebut karena sedang berada di Jakarta. Meski begitu, atas nama pabrik dia meminta maaf kepada warga Sukoharjo dan Wonogiri.

"Kemungkinan bau yang keluar disebabkan ada gas H²S yang lolos dari Web Scrubber. Saat ini kami sedang melakukan berbagai perbaikan dan penyempurnaan agar dampak bau bisa terus ditekan," katanya.

Untuk mengantisipasi gas H²S yang keluar tanpa melalui Web Scrubber, Bintoro menjelaskan, pabrik sudah memasang blower penyedot udara tambahan dalam ukuran besar.

"Ini perlu proses, dan saat instalasi (pemasangan) inilah terjadi emisi H²S ke luar tanpa melalui penguraian melalui Alat Wet Scrubber. Kami berharap, setelah blower penyedot terpasang semua gangguan udara bisa menjadi reda tidak ada lagi gangguan udara," ujarnya.

Selain itu, Bintoro juga mengaku, selama ini dalam melakukan pembenahan dalam produksi, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo sebagai pembina langsung.

"Kami sudah melaksanakan perintah dari pemerintah dalam hal ini DLH Sukoharjo," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :