Rekomendasi

Berbahaya Bagi Kesehatan, Satpol PP Sukoharjo Musnahkan Bleng Sitaan

Jumat, 29 November 2019 : 21.30
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Ratusan bungkus Bleng atau Boraks tidak murni yang sering digunakan sebagai pengawet bahan makanan, dimusnahkan Satpol PP Sukoharjo lantaran membahayakan kesehatan manusia.

Pemusnahan dilaksanakan usai gelar upacara HUT Korpri ke -48 dipimpin Sekda Sukoharjo Agus Santosa halaman Setda Sukoharjo, Jum'at (29/11/2019). Selain itu juga turut dimusnahkan barang bukti hasil operasi lainnya.

Selama ini asam borat murni buatan industri farmasi lebih dikenal dengan nama Boraks. Kegunaannya sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoa.

"Kami sita dari home industri pembuat Bleng bulan lalu didaerah Bulakrejo, Sukoharjo. Ini hasil operasi gabungan dengan BPOM Surakarta. Jadi merupakan titipan BPOM untuk dimusnahkan," terang Heru Indarjo Kepala Satpol PP Sukoharjo kepada hariankota.com.

Penggunaan Bleng dalam makanan lebih bertujuan untuk memberikan aroma dan rasa khas di samping mengenyalkan dan membuat adonan mengembang. Tekstur dan rupa makanan menjadi bagus.

Hanya saja, untuk campuran makanan hanya diperbolehkan dalam batas maksimal 1 gram per 1 kilogram atau 1:1000. Zat ini akan menumpuk dalam tubuh seiring seringnya mengonsumsi makanan yang mengandung Bleng.

Jika tak terkontrol maka dosis berlebihan akan menyebabkan demam, kerusakan ginjal, hingga kematian.

"Selain Bleng, kali ini ada 670 botol minuman beralkohol (mihol) berbagai jenis dan merek dan rokok ilegal hasil operasi yustisi tujuh bulan terakhir. Operasi kami lakukan gabungan bersama Polri dan TNI," kata Heru.

Untuk Bleng dan mihol, pemusnahan dilakukan dengan cara digilas Stoomwals, sedangkan untuk rokok ilegal sebanyak 403 bungkus dimusnahkan dengan cara dibakar dalam tiga buah drum.

"Kegiatan pemusnahan mihol tidak hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum seperti Polri saja. Saat ini Satpol PP juga memiliki kewenangan tersebut dan dimulai sejak 2017 lalu," tutupnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :