Rekomendasi

Cinta Segitiga Diduga jadi Sebab Mayat Terkubur di Musala

Selasa, 05 November 2019 : 18.29
Published by Hariankota
JEMBER - Kepolisian terus menyelidiki jasad pria terbungkus sarung yang terkubur di musala atau tempat salat di rumah milik warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember.

Diduga jasad tersebut merupakan korban pembunuhan yang dilatarbelakangi motif asmara cinta segitiga antara seorang perempuan bernama Busani (45), J yang diduga menjadi pelaku pembunuhan, serta Surono korban pembunuhan, yang dikabarkan hilang sejak tujuh bulan.

Hal ini berawal dari laporan sang anak bernama Bahar Mario (29) ke Kepala Dusun Juroju, kepolisian akhirnya membongkar sebidang lantai dengan kedalaman 25 cm di tempat salar tersebut.

Dari pengakuan Bahar, ibunya bercerita bahwa ayahnya bernama Surono dibunuh oleh selingkuhannya berinisial J sejak tujuh bulan lalu. Oleh J kemudian jasad Surono dikubur di dalam musala miliknya.

Bahar sendiri yang selama ini bekerja di Pulau Bali, mendapat pengakuan dari ibunya beberapa hari lalu. Namun dirinya yang turut diperiksa kepolisian, masih belum berani menyimpulkan kebenaran cerita dari sang ibu.

"Kita belum tahu penyebab pasti kematiannya, menunggu hasil autopsi dari polisi," tuturnya.

Sementara itu, dari hasil penggalian tim Forensik kepolisian menemukan sesosok jasad berjenis kelamin laki - laki terbungkus sarung, dengan kondisi yang sudah tak utuh lantaran sebagian jasadnya sudah menjadi tulang belulang.

"Jasadnya berjenis kelamin laki - laki terbungkus sarung. Ada tulang belulang juga ditemukan di lantai musala tersebut. Jasad tersebut bernama Surono pemilik rumah dimana musala itu berada," ungkap Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal, saat dikonfirmasi okezone, Selasa (5/11/2019).

Pihaknya memastikan kematian Surono karena dibunuh, namun kepolisian masih belum menjelaskan penyebab pasti kematian korban yang terkubur di lantai musala tersebut.

"Kalau kematiannya kami pastikan itu dibunuh. Tapi membunuhnya menggunakan apa masih menunggu hasil autopsi lebih lanjut," ujarnya kembali.

Pihak kepolisian juga belum berani memastikan mengenai motif cinta segitiga sesuai cerita istri korban kepada anaknya tersebut.

"Belum ada ke situ, tunggu hasil autopsi," imbuhnya.

Sebelumnya pada Senin 4 November 2019 kepolisian membongkar sebidang lantai beton di musala Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember.

Penggalian lantai musala ini tentu membuat gempar warga dusun lantaran diduga Surono yang hilang selama tujuh bulan ternyata terkubur di lantai musala rumahnya yang berada di dekat ruang dapur.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More