Rekomendasi

Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris, Ini Kesaksian Warga

Senin, 18 November 2019 : 19.29
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Pasca penangkapan di sejumlah lokasi, Sukoharjo dan Solo. Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror melakukan penggledahan sebuah rumah di Dukuh Gondang, Desa Siwal, Baki, Sukoharjo, Senin (18/11/2019) sore.

Rumah milik salah satu warga ini, dikontrak oleh terduga pelaku jaringan teroris berinisial BK (30), bersama istri dan seorang anaknya yang masih balita.

BK diketahui ditangkap pada pagi sebelumnya, saat tengah mengendarai sepeda motor didepan SD Negeri Manang, Desa Manang, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Keseharian BK, berdasarkan kesaksian Mulyono selaku Ketua RT yang rumahnya berdekatan mengatakan, sejak mengontrak rumah sekira 1 tahun lalu, BK dan istrinya jarang bersosialisasi dengan warga. Kesehariannya tertutup.

"Ya, kadang kalau berpapasan, yang laki - laki masih mau bertegur sapa. Tapi kalau kumpul- kumpul sama warga nggak pernah. Dulu waktu mau menempati rumah itu, yang mengantar surat - surat identitasnya malah yang punya rumah sendiri," katanya.

Kepada hariankota.com, Mulyono menyebut, sehari - hari saat ditanya tentang pekerjaan, BK mengaku berjualan makanan keliling. Namun jenis makanan apa yang dijual, tidak diketahui.

"Tiap pagi keluar membawa semacam tas besar ditaruh dibelakang dan didepan sepeda motor, tapi isinya saya ndak tahu. Katanya makanan ringan, kayak snack gitu," terangnya.

Mulyono pun kaget saat diberitahu bahwa BK diduga terlibat jaringan teroris, dan sudah ditangkap Densus 88. Bahkan saat akan ada penggledahan, dia dihubungi Babinkamtibmas Desa Siwal hanya diminta agar mensterilkan lokasi rumah tinggal BK.

"Tadi pagi saya dikontak agar tidak pergi keluar rumah dulu. Tapi tidak diberitahu kalau mau ada penggledahan oleh Densus 88," ujarnya.

Oleh anggota Tim Densus 88, Mulyono bersama Sunarno, Ketua RW setempat, diminta menjadi saksi saat pelaksanaan penggeledahan di dalam rumah BK yang sudah kosong. Istri BK bersama anaknya tidak diketahui keberadaannya.

"Tadi yang dibawa (Densus 88) dari dalam rumah, KK asli sama handphone Samsung yang sudah tidak terpakai, nggak ada kartunya, terus kemudian KTP. Hanya itu saja, nggak ada yang lainnya. Mungkin barang- barang yang berharga sudah dipindahkan, karena jedanya sejak dari penangkapan lama," imbuh Ketua RW.

Kapolsek Baki, Polres Sukoharjo, AKP Dani Herlambang yang ikut mengamankan lokasi penggeledahan mengatakan, pihaknya sebatas terlibat dalam pengamanan. Terkait status BK terlibat dalam jaringan apa, dia menyatakan sama sekali tidak tahu.

"Kami tidak tahu apa - apa karena bukan kewenangan kami untuk memberi penjelasan. Jadi mohon maaf," pungkasnya sebelum meninggalkan lokasi penggeledahan.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :