Rekomendasi

Dog Meet Free Desak Pemerintah Kabupaten Persempit Ruang Gerak Pedagang Daging Anjing

Rabu, 20 November 2019 : 18.36
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Koalisi Dog Meet Free Indonesia (DMFI) meminta para kepala daerah untuk mempersempit ruang gerak para pedagang makanan dengan menggunakan bahan dasar anjing.

Salah satu cara mempersempit ruang gerak tersebut, dengan mengeluarkan peraturan daerah (Perda), seperti yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Karanganyar.

Hal tersebut terungkap saat DMFI melakukan audiensi dengan buppati Karanganyar, Juliyatmono, Rabu (20/11/2019).

Karin, perwakilan DMFI mengatakan, jika seluruh kepala daerah mempersempit ruang gerak para pedagang anjing, maka mereka (pedagang daging anjing, red) tidak mendapatkan tempat untuk memasarkan daganganya.

DMFI, ungkapnya, akan terus mendekati para pimpinan daerah di Jawa Tengah, agar melarang wilayahnya dijadikan wilayah untuk menjual daging anjing.

"Kami mengapresiasi langkah yang dilakaukan Pemkab Karanganyar yang melakukan pelarangan perdagangan daging anjing. Saat ini yang sudah jelas melarang baru Karanganyar dan Bali," ungkapnya.

Dijelaskannya, DMFI yang terdiri dari berbagai komunitas pecinta bintang, akan melakukan sosialisasi pada para pecinta binatang agar lebih intensif lagi melakukan gerakan cinta binatang, khususnya anjing.

"Kami hanya takut itu akan menjadi penyebab penyebaran penyakit rabies karena saat makan daging anjing sisanya dibuang dan dimakan kucing. Sehingga tidak hanya anjing yang menyebarkan rabies namun juga kucing dan binatang lainnya,’’ jelasnya.

Sementara itu, bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan, pihaknya tidak hanya melarang, namun melakukan pembinaan, membantu alih profesi, serta secara terus menerus melakukan pengawasan terhadap para pedagang daging anjing.

Jika tetap berdagang dagig anjing, diminta untuk keluar dari Karanganyar.

"Dengan cara itu saja ternyata masih ada yang nekat balik ke profesi lama, dengan alasan, terjebak hutang rentenir yang bisa dilunasi jika punya penghasilan. Dan jika jual daging anjing bisa dapat uang dengan cepat,’’ terang bupati.

Ke depan, ujar bupati, setelah pelarangan pedagang daging anjing, ada upaya memelihara anjing yang liar. Perlu didirikan panti asuhan anjing untuk memelihara anjing liar, agar tidak ditangkap dan disembelih serta dagingnya dijual.

Jurnalis : Iwan Iswanda
Editor : Mahardika

Share this Article :