Rekomendasi

Iuran Premi BPJS Naik, Gubernur Bali Akan Segera Layangkan Surat Keberatan

Kamis, 14 November 2019 : 13.20
Published by Hariankota
BALI - Kenaikan premi BPJS yang naik hingga 100 persen dan dirasa sangat memberatkan semau pihak baik masyarakat maupun pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Bali berencana akan mengajukan surat keberatan.

Pemerintah propinsi, ungkap Gubernur Bali Wayan Koster menyebut alasan pemerintah Provinsi Bali akan mengajukan surat keberatan karena daerah sendiri sudah memiliki beban yang berat.

"Sebab itu kami akan mengajukan keberatan ke BPJS Pusat karena dinaikan (iuran), beban (daerah) sudah berat,” terang Wayan Koster usai sidang paripurna di Gedung DPRD Bali, belum lama ini.

Namun untuk waktu pengiriman surat keberatan terkait kenaikan iuran BPJS, Koster belum bisa menyebut kapan waktunya. Yang jelas secepatnya akan dikirimkan.

Seperti diketahui kenaikan iuran tersebut akan berlaku mulai 1 Januari 2020. Dimana. Kenaikan (kelas) mandiri akan berlaku di 1 Januari 2020, dengan penyesuaian sebagaimana dalam Perpres dimaksud.

Untuk Kelas I dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000, kelas II dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000, dan kelas III dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000.

Sedangkan bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga mengalami kenaikan.

Dari semula dikenakan tarif iuran sebesar Rp 23.000 per bulan menjadi Rp 42.000 per bulannya yang dibayarkan oleh pemerintah setempat.

Jurnalis : Kadek
Editor : Mahardika

Share this Article :