Rekomendasi

Jeritan Korban First Travel Asal Karanganyar Saat MA Putuskan Seluruh Aset Disita Negara

Selasa, 19 November 2019 : 15.12
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Putusan Mahkamah Agung yang memutuskan seluruh aset milik First Travel, disita untuk negara, mengagetkan korban biro perjalanan haji asal Karanganyar.

Salah satunya adalah Suti (51). Warga Mandungan, Rt 03 Rw 07 kelurahan Jungke, kecamatan Karanganyar Kota tersebut, saat ditemui hariankota.com, Selasa (19/11/2019), mengaku terkejut atas putusan dari MA itu.

Menurut Suti, seharusnya, uang yang berasal seluruh jamaah, segera dikembalikan, dan bukan dirampas dan disita untuk Negara. Karena, menurut Suti, uang tersebut, adalah uang rakyat dan bukan uang dari hasil kejahatan.

“Terus terang saya terkejut dengan keputusan MA tersebut. Kenapa dirampas untuk Negara, Itu kan uang kami, bukan uang hasil kejahatan, bukan uang Negara. Saya minta agar uang saya dikembalikan,” ujar Suti, Selasa (19/11/2019).

Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga harian lepas (THL) dan setiap pagi bertugas menyapu jalan ini, juga meminta bantuan presiden Joko Widodo, agar uang jamaah tersebut dikembalikan.

“Bapak presiden tolong bantu kami agar uang bisa kembali. Saya bersama jamaah lain, tidak ikhlas kalau uang kami tersebut dirampas untuk Negara. Berapapun jumlahnya, kami terima, yang penting uang bisa kembali,” tegasnya.

Diceritakannya, sebanyak 45 orang warga Karanganyar menjadi korban biro perjalanan umroh, First Travel.

Suti menuturkan, awalnya dia menerima promo dari First Travel yang menawarkan umroh dengan biiaya murah.Menurut Suti, saat ini, dia ditawarkan dapat berangkat umroh dengan biaya Rp14 juta, pada tahun 2014 lalu.

Karena tertarik, Suti, lantas membayar lunas biaya umroh tersebut melalui rekening First Travel. Saat itu, menurut Suti, dia bersama 45 orang warga Karanganyar lainnya, dijanjikan akan segera diberangkatkan.

“Saya tertarik karena biayanya murah jika dibandingkan dengan biro lain. Dari hasil uang tabungan sebagai penyapu jalan, saya melunasi biaya umroh tersebut. Saya transfer ke rekening First Travel,” tuturnya.

Setelah ditunggu selama satu tahun, Suti tidak juga diberangkatkan. Bahkan, oleh salah satu petugas Firs Travel, dia diminta tambahan biaya Rp2,5 juta. Suti pun menurutinya.

Namun, lagi-lagi, Suti belum juga berangkat. Ketika petugas yang mengaku dari First Travel kembali meminta tambahan biaya, Suti menolaknya.. Jika ditotal, lanjutnya, sekitar Rp20 juta telah dia setorkan ke biro perjalanan haji itu.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :