Rekomendasi

Jika Gibran Mendapat Rekomendasi DPP PDIP, Pengamat Politik: Sosok Pemimpin dari Kalangan Biasa Akan Sirna

Jumat, 01 November 2019 : 08.27
Published by Hariankota
SOLO - Beragam tanggapan muncul terkait pencalonan diri Gibran Rakabuming Raka pada Pilwalkot Solo 2020 mendatang. Termasuk pula dari kalangan pengamat politik. Salah satunya, yakni pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Aris Mundayat.

Aris menilai, apabila nantinya putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu resmi memperoleh rekomendasi dari DPP PDIP untuk maju di Pilwalkot, maka dimungkinkan pula jika impian warga Kota Solo untuk mendapatkan sosok pemimpin dari kalangan biasa, akan sirna.

Walaupun sosok Gibran tak lepas dari bayang - bayang Jokowi. Namun, menurut Aris, di saat mantan Walikota Solo telah berada di circle elit politik, maka posisi itu pun akan menjadi samar.

"Gibran itu pada dasarnya tidak terlepas dari Pak Jokowi. Pak Jokowi memang dulu orang biasa saja, bukan elit partai dan juga bukan berasal dari bangsawan partai.

Jadi, ketika Pak Jokowi (dari kalangan biasa) mencalonkan sebagai Walikota, Gubenur kemudian menjadi Presiden, itu sebenarnya menjadi impian orang biasa untuk bisa meniti seperti itu," ungkap Aris saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (31/10/2019).

Dalam kondisi yang demikian itu, sebut Aris, maka saat ini Gibran bukanlah dipandang sebagai sosok yang biasa lagi, melainkan telah menjelma menjadi seorang dengan predikat bangsawan politik atau Pangeran politik.

"Kemudian, ketika pak Jokowi sudah berada didalam circle elit politik, Gibran itu bukan lagi orang biasa lagi. Tetapi sudah menjelma menjadi bangsawan politik, yaitu sebagai pangeran politik," tandas Aris.

Lebih lanjut, menurut Aris, sah - sah saja jika akhirnya Gibran memilih terjun ke dunia politik mengikuti jejak ayahnya. Hanya saja, dengan status Gibran saat ini, apa yang diimpikan rakyat dimana orang biasa bisa menjadi seorang pemimpin seperti Jokowi akan sirna.

Apalagi bila kemudian usulan Partai Gerindra, dimana calon Wakil yang akan disandingkan dengan Gibran adalah Paundra itu nantinua diterima oleh PDIP, maka jalannya Pilwalkot di Solo sudah pasti dimenangkan oleh keduannya.

"Ditambah lagi bila (Gibran) dipasangkan dengan Paundra. Jelas Paundra itu juga bagian dari keluarga bangsawan politik. Kalau mereka berpasangan jelas sebagian orang Solo akan memilih dua bangsawan.

Sehingga perlu adannya lawan politik Gibran dan Paundra di Pilwalkot nanti, yang berangkat dari kalangan biasa seperti sosok Jokowi," ungkapnya.

Sebab pada dasarnya, imbuh Ari, siapa pun yang akan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP untuk maju di Pilwalkot nanti, sudah jelas terlihat jika Gibran lah yang akan mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Secara sosiologisnya Gibran sudah mendaftar menjadi anggota PDIP. Meskipun saat ini belum sebagai elit PDIP.

Begitu rekomendasi diterima Gibran, tetap akan dipilih oleh konstituen PDIP yang memang sangat loyal terhadap partainya. Dan (sudah) menjadi bagian dari kecenderungan yang selama ini sudah terjadi," terangnya.

Sehingga, Ari berpendapat, munculnya calon dari orang biasa seperti sosok Jokowi, di Pilwalkot ini sangatlah dinantikan.

"Saya berharap muncul orang biasa. Entah itu dicalonkan partai atau dari jalur independen yang muncul sebagai lawan tanding dari pasangan Gibran dan Paundra. Dan itu secara politik solo akan menjadi menarik," pungkas pengamat politik itu.

Jurnalis: Kacuk Legowo

Editor: Gunadi

Share this Article :