Rekomendasi

Kasus Temuan Makanan Mengandung Boraks, Pedagang Taman Pakujoyo Ditertibkan

Sabtu, 02 November 2019 : 19.33
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Menyusul temuan makanan mengandung boraks, pengelola Taman Pakujoyo, Gayam, Sukoharjo memasang keterangan hasil uji laboratorium tentang makanan yang dijajakan pedagang telah dinyatakan aman dikonsumsi.

Pantauan hariankota.com, Sabtu (2/11/2019), surat keterangan dipasang tepat didepan lapak pedagang agar pengunjung tidak was - was lagi saat membeli makanan yang dijajakan di taman tersebut.

"Kegiatan (penempelan surat keterangan) ini menindaklanjuti temuan saat uji lab pada 23 Oktober lalu. Ada makanan positif mengandung boraks dan bahan kimia berbahaya lainnya," terang Lurah Gayam Havid Danang, selaku penanggung jawab pengelola taman.

Temuan jenis makanan berbahaya tersebut dijelaskan Havid adalah, sempol ayam (sejenis gorengan yang terbuat dari tepung tapioka) dan roti balok. Masing - masing dijual oleh dua pedagang yang biasa mangkal ditaman.

"Setelah dilakukan rapat koordinasi bersama Satpol PP dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, kemudian kami meminta hasil uji lab agar bisa dipasang pada masing - masing pedagang. Harapannya agar pengunjung tahu bahwa makanan disini aman," ujarnya.

Sebelum dilakukan uji lab, sedikitnya ada 30 pedagang yang memiliki ijin berjualan ditaman yang tak pernah sepi dikunjungi warga ini. Namun setelah penertiban dengan uji lab, maka berkurang dua pedagang yang langsung dicabut ijinnya.

"Kedepan, setiap 6 bulan sekali, atau dengan pertimbangan waktu tertentu berkoordinasi dengan DKK dan Satpol PP, kami akan melakukan uji laboratorium secara mandiri bersama paguyuban pedagang," imbuhnya.

Atas temuan ini, Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati meminta masyarakat tidak sembarangan jajan makanan dan minuman agar terhindar dari mengkonsumsii zat berbahaya.

"Jajanan kaki lima ini memang rawan penggunaan bahan berbahaya. Karena itu kami terus melakukan pengawasan. Jika ditemukan makanan dan minuman mengandung zat berbahaya, maka dilakukan penyitaan," tegasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :