Rekomendasi

Kecewa dengan UMK Usulan Bupati, KSPN Mengadu Ke Gubernur

Rabu, 20 November 2019 : 13.23
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Kecewa dengan usulan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2020 yang diusulkan oleh bupati Karanganyar sebesar Rp1.989.000 kepada Gubernur Jawa Tengah.

Para pekerja yang tergabung dalam Koalisi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) berangkat ke Semarang akan bergabung dengan ribuan para pekerja lainnya, melakukan aksi demonstrasi dan mendesak gubernur Jawa Tengah, melakukan kajian ulang terhadap ususlan UMK yang diajukan oleh bupati.

Ketua KSPN Karanganyar, Hariyanto, sebelum keberangkatan ke Semarang, kepada hariankota.com, Rabu (20/11/2019) mengatakan, UMK yang diusulkan bupati, tidak memenuhi rasa keadilan.

Pasalnya, menurut Hariyanto, UMK sebesar Rp1.989.000 yang diusulkan oleh bupati, harus ditambah 4%, atau menjadi Rp.2.168.000, sehingga para pekerja dapat memenuhi kebutuhan hidupnya selama satu bulan.

Dijelaskannya, UMK yang diusulkan oleh bupati sebesar Rp1.989.000, masih harus dikurangi dengan kewajiban membayara BPJS ketenagkerjaan sebesar 1% serta BPJS kesehatan sebesar 3%.

“Dengan kondisi ini, maka UMK yang diusulkan oleh bupati kepada gubernur, sangat jauh dari asas keadilan. Karena para pekerja masih dibebankan biaya BPJS ketenagkerjaan dan BPJS kesehatan.

Untuk itu, kami minta kepada gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk mempertimbangkan apa yang kami keluhkan KSPN sebelum memutuskan besara UMK tahun 2020,” tegasnya, Rabu (20/11/2019).

Jika gubernur Jawa Tengah, menyetujui usulan UMK yang diajukan oleh bupati Karanganayar, Hariyanto, mengungkapkan, segera melakukan koordinasi, untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kami hanya menginginkan keadilan,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengusulkan Upah Minumum Kabupaten (UMK) tahun 2020, kepada gubernur Jawa Tengah.

Usulan kenaikan UMK tersebut, menurut bupati, berdasarkan PP 78 tahun 2015. Disisi lain, usulan UMK yang ditandatangani oleh bupati ini, membuat elemen buruh dan pekerja di Karanganyar merasa kecewa.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan, usulan UMK ini, jelas bupati, dihitung berdasarkan angka inflasi ditambah angka pertumbuhan ekonomi dan dikalikan dengan UMK tahun 2018. Dari penghitungan tersebut, diperoleh angka Rp1.989.000.

Disisi lain, para pekerja yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja, mengusulkan kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) tahun 2020 sebesar 12,9%, atau menjadi Rp2.168 juta dari sebelumnya Rp1,86 juta UMK yang berlaku saat ini.

Kenaikan tersebut, menurut para pekerja yang tergabung dalam KSPN, SPN dan FKSBK, telah sesuai dengan kebutuhan serta capaian hidup layak bagi para pekerja.

Jurnalis : Iwan Iswanda
Editor : Mahardika

Share this Article :