Rekomendasi

Masih Ditemukan Keluarga Miskin, Pendataan Dituding Kurang Maksimal

Minggu, 10 November 2019 : 14.19
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Pendataan keluarga miskin di Karanaganyar, dituding kurang maksimal. Hal ini terlihat masih ditemukannnya warga kurang mampu dan mengalami kesulitan untuk membiayai pengobatan, akibat menderita penyakit parah.

Seperti yang dialami oleh pasangan suami isteri, Maryadi-Harnita, warga Dusun Klatak, Rt 01 Rw 01, Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan.

Anggota Komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani, saat dihubungi hariankota.com, mealui elpon selularnya, Minggu (10/11/2019), menyatakan, masih ditemukannya warga miskin yang luput dari perhatian pemerintah, lebih disebabkan karena pendataan yang dilakukan kurang maksimal.

Menurut Endang, selama ini, data kemiskinan yang menjadi acuan untuk memberikan bantuan, tidak akurat. Untuk itu, ujar Endang, diperlukan sebuah tim khusus untuk melakukan pendataan warga miskin secara riil di lapangan.

Dijelaskannya, tim khusus tersebut, secara kontinu turun ke lapangan dalam melakukan pendataan warga miskin. Dengan demikian, pemerintah akan memiliki data valid warga miskin.

“Pemerintah wajib memberi jaminan kesehatan dan kesejahteraan warga miskin. Masih ditemukannya warga miskin yang luput dari perhatian karena pendataan kurang maksimal. Terutama pendataan terhadap warga miskin yang behak mendapatkan penerima bantuan iuaran agar disemempurnakan lagi,” tegasnya.

Adanya warga miskin yang luput dari perhatian pemerintah juga mendapat tanggapan dari Fraksi Partai Keadilan Sejatera (FPKS).

Ketua FPKS, Samsul Bahri, melalui telepon selularnya, kepada hariankota.com, mengungkapkan, persoalan kemiskinan adalh persoalan bersama yang harus diselesaikan.

Menurutnya, peran aktif aparat desa untuk mengetahui keadaan rakyatnya sangat penting.

“Pengentasan kemiskinan adalah persoalan bersama, bak pemerintah, wakil rakyat dan seluruh masyarakat. Kita semua harus duduk bersama untuk menuntaskan persoalan kemiskinan ini.

Kami juga meminta kepada Pemkab, agar tetap konsisten dan sungguh-sungguh dalam mengatasi persoalan ini. Diperlukan pendataan yang akurat, sehingga ke depan, tidak ditemukan lagi warga miskin yang luput dari perhatian,” kata dia.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, pasangan suami isteri Maryadi-Hanita warga Dusun Klatak Rt 01 Rw I Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, diketahui mengidap penyakit kronis.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasangan ini hanya mengandalkan hasil berjualan roti bakar dengan penghasilan yang tidak seberapa. Hasilnya juga sebagian digunakan untuk biaya pengobatan keduanya.

Sang suami, Maryadi, menderita penyakit jantung bocor sedangkan Hanita, istrinya mengidap penyakit kanker rektum. Maryadi yang merupakan tulang punggung keluarga, tidak dapat bekerja memenuhi kebutuhan keuarganya secara layak.

Akibatnya, kondisi perekonomian mereka, semakin hari semakin terpuruk. Untuk dapat bertahan hidup, mereka hanya mengandalkan bantuan para tetangga. Karena penghasilan dari berjualan roti bakar, tidak mencukupi memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Karena, hasil berjualan tersebut, tidak hanya digunakan untuk keerluan sehari-hari, tapi juga digunakan untuk biaya pengobatan.

Jurnalis : Iwan Iswanda
Editor : Mahardika

Share this Article :