Rekomendasi

Mentan, Teknologi Pengolahan Pupuk Organik Indonesia Cukup Baik

Sabtu, 16 November 2019 : 16.24
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Kemampuan teknologi yang dimiliki Indonesia, cukup baik digunakan dalam pengolahan pupuk organik.

Pengolahan yang dilakukan dengan teknologi dalam negeri ini, memiliki kualitas yang cukup baik, seperti salah satu, contoh proses pembuatan pupuk dengan memanfaatkan limbah tebu ini, mampu dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas pertanian.

Hal tersebut dikatakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahril Yasin Limpo saat mengunjungi pabrik Indo Accidatama yang berada di Kecamatan Kebakramat, Sabtu (16/11/2019).

Menurut Mentan, dalam upaya peningkatan produktifitas pangan perlu adanya berbagai pendekatan dari berbagai sektor seperti sektor teknologi, maupun ilmu pengetahuan, penelitian dan pengembangan

"Saya pikir, teknologi kita cukup bagus dalam mengolah dan membuat pupuk organik, untuk menunjang produktifitas pertanian.Tadi saya meoihat bagaimana proses produksi milik perusahaan Indo Accidatama dalam mengolah pupuk organik yang terbuat dari tetes tebu," katanya.

Mantan gubernur Sulawesi Selatan ini menjelaskan, akan terus menyoroti setiap perkembangan pabrik dalam dunia petanian yang memiliki potensi untuk meningkatkan kulaitas maupun kuantitas produksi pangan.

Tentu saja, ujarnya, perusahaan yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dan mengutamakan menggunakan zat kimia yang ramah lingkungan.

Syahrul Yasin Limpo juga berharap, dengan berbagai perkembangan pabrik pupuk organik di indonesia, kuantitas produksi beras semakin meningkat dan sektor pertanian menjadi lebih baik.

"Saya berharap dengan penerapan teknologi ini, akan terjadi peningkatan kualitas produksi pangan di Indonesia menjadi lebih daroi sepuluh ton per hektar," ujarnya.

Disisi lain, dalam kunjungan kerja tersebut, Syahril Yasin Limpo, bersama rombongan sempat melakukan peninjauan ke sejumah bagian pabrik. Mulai ruang pengolahan pupuk organik diantaranya ruang Produksi, logistick, hingga ke ruang pengemasan.

Jurnalis : Iwan Iswanda
Editor : Mahardika

Share this Article :