Rekomendasi

Operasi Mantap Brata Berakhir, Polres Mulai Persiapan Pengamanan Natal

Rabu, 06 November 2019 : 16.29
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Operasi Mantap Brata Candi 2019 yang digelar dalam rangka pengamanan pemilihan umum 2019, secara resmi ditutup. Sejumlah hal yang terjadi selama proses pengamanan selama berlangsungnya pemilihan umum, akan dijadikan sebagai bahan evaluasi.

Penutupan operasi Mantap Brata candi 2019 ini, juga bersamaan dengan berakhirnya operasi Zebra yang digelar Satlantas Polres Karanganyar selama 14 hari.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, usai gelar apel konsolidasi Operasi Mantap Brata Candi 2019, di Mapolres setempat, Rabu (06/11/2019).

Menurut Kapolres, selama 219 hari melakukan pengamanan pemilihan umum, seluruhnya berjalan ancar dan tidak ada permasalahan yang signifikan.

Menurut Kapolres, yang perlu ditingkatkan adalah koordinasi antar lembaga, terutama berkaitan dengan pengiriman kotak suara saat pemilihan umum yang lalu, serta sosialisasi yang masih kurang, sehingga masih ada warga yang tidak menggunakan hak suaranya dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Wilayah Jawa Tengah, selama pelaksanaan pemilihan umum, berjalan kondusif. Memang ada sejumlah permasalahan, namun seluruhnya dapat diselesaikan,” kata Kapolres.

Ditegaskan Kapolres, sesuai dengan arahan Kapolda Jawa Tengah, setelah pengamanan pesta demokrasi, tugas selanjutnya adalah pengamanan Natal 2019 dan tahun baru 2020.

“Sesuai arahan Kapolda, dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru, perlu persiapan yang cukup matang, sehingga kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik lagi,” tandasnya.

Disisi lain, Kasat Lantas Polres Karanganyar, AKP Faris Budiman, dalam kesempatan yang sama mengatakan, selama pelaksanaan operasi Zebra, sebanyak 4000 kendaraan ditilang dengan berbagai jenis pelanggaran, serta ratusan kendaraan roda dua ditahan, karena tidak dlengkapi dengan surat kendaraan.

“Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya.Peningkatan tersebut merupakan hal wajar seiring pertambahan jumlah kendaraan setiap tahunnya. Sedangkan pelanggar lalu lintas, sebagian besar adalah pelajar yang tidak memiliki SIM, serta kendaraan yang tidak dilengkapi dengan surat kendaraan.

Untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas, kami tetap melaukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat, terutama di kalangan pelajar,” ujar Kasat Lantas.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More