Rekomendasi

Pemda DIY dan Legislatif Bahas Raperda Lansia

Senin, 18 November 2019 : 15.53
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Jumlah lanjut usai (lansia) yang ada di Yogyakarta cukup tinggi. Bahkan, secara nasional penduduk usia diatas 60 tahun tertinggi dibanding wilayah lain.

"Secara nasional, jumlah lansia di DIY tertinggi dibanding wilayah lain," kata Kepala Dinas Sosial Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta, Untung Sukaryadi, Senin (18/11/2019).

Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (Raperda) tentang Penyelenggaran Kesejahteraan Lansia di DPRD DIY. Pemda DIY sendiri belum memiliki Perda tentang lansia.

Menurutnya, Pemda DIY memerlukan perubahan regulasi supaya lansia bisa bermanfaat, dari pada menjadi beban sosial di masyarakat. Raperda lansia ini atas inisiatih eksekutif untuk dibahas bersama legislatif.

Raperda ini juga memperjelas peran dalam penangan lansia. Untung berharap fasilitas bagi lansia juga diperhatikan supaya mereka tetap bisa berkontribusi untuk masyarakat.

"Saat ini kita belum punya perda lansia, tapi sebentar lagi kita akan memilikinya," kata Ketua Pansus Raperda Lansia, Agus Sumartono.

DIY, kata dia, akan menyusul empat wilayah lain yang sudah memiliki Perda tersebut. Keempat wilayah itu mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Bangka Belitung dan Bali.

Perda yang masih digodok ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam pemberdayaan lansia. Tentunya, penanganan lansia juga lebih sinergi dan terstruktur dengan baik.

"Selama ini upaya menyangkut lansia sudah dilakukan, tapi masih parsial. Artinya, masing-masing sektor atau NGO berjalan sendiri-sendiri," kata politis PKS ini.

Adanya perda ini nanti diharapkan supaya penanganan lansia lebih tertata. Apalagi, tak sedikit lansia yang masih produktif karena memiliki banyak potensi yang dimilikinya.

"Untuk lansia yang produktif dan tidak, penanganannya, khususnya dalam perlindungan dan penjaminan berbeda," jelasnya. Data demografu 2018, penduduk DIY mencapai 3.664.669 jiwa. Usia harapan hidup 74,82 persen. Sementara di tahun 2017, 13,72 persen atay 528 jiwa.

Secara rinci, 52 persen lansia usia 60-68 tahun, kemudian ada 33 persen pada usia 70-79 tahun, dan 17 persen lansia usia 80 tahun keatas. Dari catatan Biro Tata Pemerintahan (Tapem) di tahun 2018, jumlah lansia tinggal sendiri ada 123772 Kepala Keluarga.

Jurnalis: Danang Prabowo
Editor: Gunadi

Share this Article :