Rekomendasi

Penandatanganan Prasasti dan Peresmian Monumen Konvensi Hak Anak, Tandai Peringatan Hari Anak Sedunia di Solo

Rabu, 20 November 2019 : 18.38
Published by Hariankota
SOLO — Peringatan Hari Anak Sedunia tahun 2019 turut diperingati di Kota Solo, Rabu (20/11/2019), di Taman Jaya Wijaya, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres. Melibatkan sekira 150 anak.

Peringatan Hari Anak Sedunia yang sepenuhnya dirancang oleh anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Kota Solo ini, juga digelar guna memperingati 30 Tahun diadopsinya Konvensi Hak Anak oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagai konvensi hak asasi manusia yang paling banyak diratifikasi sepanjang sejarah.

Tak hanya dihadiri oleh Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo yang tampak berbaur dengan para peserta.

Kegiatan yang dikonsep santai dan sederhana itu, juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hingga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmavati dan perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Debora Comini.

“Mari kita wujudkan visi abadi dari semua hak asasi manusia untuk semua anak yaitu semakin dekat untuk mengakhiri kemiskinan anak dan meningkatkan kelangsungan hidup anak, meningkatkan jumlah anak yang terdaftar di sekolah, mengakhiri pengasingan sosial bagi anak-anak dan menjamin akses yang sama ke layanan-layanan penting, tidak lagi membungkam anak-anak dan sebaliknya membiarkan mereka berpartisipasi secara bermakna dalam keputusan yang menyangkut mereka,” kata Menteri PPPA Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Sejak Indonesia meratifikasi Konvensi Hak Anak pada tahun 1990, banyak yang telah dicapai dalam hal pemenuhan hak-hak anak. UU Sistem Peradilan Anak tahun 2012 dan UU Perlindungan Anak tahun 2014 menciptakan kerangka landasan kuat bagi perlindungan anak.

Pembentukan Komisi Nasional Perlindungan Anak dan Komisi Nasional Hak Azasi Manusia telah membantu menerjemahkan komitmen legal ini ke dalam aksi nyata.

Baru-baru ini, amandemen terhadap UU Perkawinan yang meningkatkan batas minimum usia perkawinan bagi anak perempuan dari 16 ke 19 tahun, menempatkan Indonesia sebagai pelopor di antara negara-negara di kawasan.

“Saya berharap ramah anak tidak sekedar menjadi aturan, ramah anak tidak sekedar menjadi jargon atau memenuhi target-target saja tapi ramah anak adalah sesuatu yang bisa diberikan dan benar-benar dapat dinikmati oleh anak,” tutur Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Saya ingin main di tempat yang menyenangkan, maka ramah anak adalah taman ramah anak. Artinya tidak boleh ada bullying, maka ramah anak adalah juga berteman dan yang paling gampang adalah menanyakan langsung kepada anak-anak apa yang harus diberikan oleh pemerintah kepada mereka,” tambahnya.

Walikota Solo menambahkan setelah 30 tahun anak-anak menjadi pusat perhatian dunia, sudah banyak kemajuan yang berhasil dicapai.

"Misalnya Indonesia kini memiliki Undang-Undang Perlindungan Anak, tetapi banyak juga hal yang masih perlu diperbaiki dan dilakukan. Solo jelas berkomitmen untuk menjadi kota yang sepenuhnya layak anak dan kami sadar bahwa masih banyak yang perlu dibenahi untuk mencapainya,” ungkap F.X. Hadi Rudyatmo.

Tahun ini, di seluruh penjuru dunia, Hari Anak Sedunia dirayakan sebagai hari aksi bagi anak, oleh anak, untuk anak, dimana anak memiliki ruang dan suara anak didengar.

“Konvensi Hak Anak adalah tonggak sejarah bagi anak, merupakan pengakuan tidak hanya sebagai penerima pasif pengasuhan dan perlindungan, tapi juga sebagai individu-individu dengan hak-hak yang harus dihormati,” jelas Perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Debora Comini.

Tidak hanya teleconference, momentum Peringatan Hari Anak Sedunia di Kota Solo tahun ini, ditandai pula dengan penandatangan prasasti dan peresmian Monumen Konvensi Hak Anak, yang terletak di tengah Taman Jaya Wijaya.

Usai peresmian, dilaksanakan pula penanaman pohon yang dilanjutkan dengan penggantungan 12 aspirasi Forum Anak Jawa Tengah yang dirangkum dari diskusi anak-anak beberapa waktu lalu.

“Tiga puluh tahun ke depan kita lihat lagi, apakah aspirasi-aspirasi kami ini sudah terpenuhi atau belum,” kata Ketua Forum Anak Kota Solo, Belva Aulia Putri Ayu.

Jurnalis : Kacuk Legowo
Editor : Mahardika

Share this Article :