Rekomendasi

Pengamat Teroris : Aksi Bom Bunuh Polrestabes Medan Konyol

Kamis, 14 November 2019 : 22.51
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Sejumlah komentar bernada kecaman bermunculan pasca kejadian bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Salah satunya dari Amir Mahmud, pengamat teroris Indonesia.

Pria yang juga Direktur Amir Mahmud Center ini, kepada hariankota.com dan awak media lain, Kamis (14/11/2019) mengatakan, aksi bom bunuh di Polrestabes Medan, terkait dengan sejumlah agenda nasional.

"Aksi tersebut sasarannya tidak jelas dan konyol, hanya sebatas aksi teror yang dilakukan oleh kelompok teroris baru," katanya.

Dalam pandangannya, baik pelaku maupun kelompok yang ada dibelakangnya, hanya sekedar show of force saja. Tujuannya untuk memunculkan suasana kacau Indonesia.

"Itu aksi kelompok (teroris) baru yang konyol, dilakukan di kantor kepolisian tapi sasarannya tidak jelas,” ujar veteran Afganistan angkatan 1986 ini.

Amir melihat, aksi bom bunuh diri ini memiliki karakteristik dan irama yang sama dengan kelompok-kelompok teror yang sudah ada di Indonesia. Hanya saja, untuk kasus ini, dilakukan oleh orang-orang baru.

“Saya menduga aksi ini tidak lepas dari agenda politik nasional, yang mana Pemerintah baru saja melantik Kabinet Kerja baru. Bisa jadi juga setelah dilantiknya Idham Aziz sebagai Kapolri Baru menggantikan Tito Karnavian,” ucapnya.

Amir yang kini menjadi mitra polisi Indonesia dalam program deradikalisasi ini juga mengatakan, antara kasus bom bunuh diri Polrestabes Medan dengan penusukan Wiranto di Banten beberapa waktu lalu sangat dimungkinkan ada keterkaitan.

“Dilihat dari karakteristiknya sama, hanya saat penyerangan pak Wiranto itu tidak menggunakan bom, tapi menggunakan senjata tajam. Ini bisa diartikan aksi teror tersebut dilakukan hanya untuk menunjukan bahwa kelompok teroris di Indonesia masih ada," pungkasnya.

Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :