Rekomendasi

Pesangon PHK Tak Dibayar Sesuai Janji, Eks Buruh PT Tyvountex Datangi Kantor Disperinaker

Senin, 11 November 2019 : 17.03
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Ratusan massa eks buruh pabrik tekstil dan garmen PT Tyvountex, mewakili seribu lebih yang terkena PHK, menuntut kesepakatan pembayaran pesangon dibayar tepat waktu.

Dengan menggunakan berbagai sarana transportasi, ratusan massa mayoritas wanita paruh baya ini, Senin (11/11/2019), mendatangi kantor Dinas Perindusrtrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo guna memberi dukungan moral rekannya yang hendak melakukan mediasi.

Sejak Februari lalu, sekira 1000 lebih buruh pabrik yang berada di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura itu, sudah tidak lagi bekerja setelah sepakat di PHK dengan pesangon diangsur secara berkala tiap bulan. Dicicil 30 kali, atau akan lunas selama 2,6 tahun.

Kesepakatan itu telah ditanda tangani oleh tiga pihak, buruh, pabrik, dan pemerintaH (Tripartit). Rata - rata masing - masing menerima Rp 2 juta setiap bulan dengan sistem pembayaran melalui transfer ke masing - masing rekening.

Namun, masalah muncul ketika September lalu, angsuran pembayaran pesangon terhenti tanpa ada pemberitahuan. Jalur mediasi yang ditempuh pada 22 Oktober kemarin, gagal membuahkan hasil sesuai harapan eks buruh.

Salah satu perwakilan buruh, Tri Agung Wibowo (38), mengatakan, kehadirannya bersama ratusan eks buruh lainnya di kantor Disperinaker bermaksud menghadiri mediasi tripartit kedua untuk mencari solusi penyelesaian pembayaran pesangon.

"Mediasi pertama gagal tidak mencapai kesepakatan, dan ini mediasi yang kedua. Intinya kami menuntut agar manajemen menaati kesepakatan perjanjian PHK yang pertama, bahwa pesangon dibayar dalam waktu 30 bulan," terangnya saat ditemui hariankota.com.

Selain angsuran pembayaran pesangon tak lancar, pihak manajemen pabrik melalui advokat yang ditunjuk disebutkan Agung rupanya bermaksud merubah klausul kesepakatan. Angsuran pembayaran pesangon akan dirunah menjadi 60 kali selama 60 bulan.

"Tentu kami keberatan, karena itu keputusan sepihak dari pabrik. Atas masalah ini, kami sudah berkirim surat aduan ke DPRD Sukoharjo, Bupati Sukoharjo, hingga ke Menteri Tenaga Kerja, Ibu Ida Fauziah," ucapnya.

Lantaran dalam pertemuan ini pihak pabrik yang ditunggu tidak datang, oleh Kepala Disperinaker Sukoharjo Bachtiar Zunan, dijanjikan dalam waktu dekat akan kembali dijadwal ulang pertemuan mediasi.

"Pertemuan mediasi kami jadwalkan Kamis ( 14/11/2019) besuk dengan pihak pabrik dan perwakilan eks buruh. Kami harap akan ada solusi. Kasihan mereka yang sudah bekerja ada yang hingga 30 tahun, menunggu dalam ketidakpastian pesangon," pungkasnya


Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :