Rekomendasi

Polisi Tetapkan Istri dan Anak Sebagai Tersangka Pembunuhan di Ledokombo

Jumat, 08 November 2019 : 00.00
Published by Hariankota
JEMBER - Kepolisian Resort (Polres) Jember akhirnya sudah menetapkan Busani 47 tahun istri korban dan Bahar 25 tahun anak korban sebagai pelaku pembunuhan Surono, 51 tahun yang dikubur dalam mushola di Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo.

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, pembunuhan Surono memang sudah direncanakan sebelumnya oleh istri dan anak korban.

Rencana pembunuhan tersebut didasari karena adanya motif dendam dan asmara, dimana korban memiliki hubungan dengan seorang wanita berinisial I dan merasa cemburu.

“Ya Istri dan anaknya sudah kita amankan, kemudian motif yang melatarbelakangi yakni asmara dan dendam,” ujarnya saat pers conference di Mapolres Jember, Kamis (7/11/2019).

Setelah itu Kapolres menjelaskan, Busani menceritakan kejadian tersebut kepada Bahar anak keduanya yang berada di Bali. Dari cerita ibunya, Bahar merasa terhasut dan memiliki keinginan untuk membunuh ayahnya.

Bahar juga tergiur dengan harta yang dimiliki korban. Karena diketahui hasil panen kebun kopi yang dimiliki korban mencapai 90 hingga 100 juta rupiah per tahun.

“Anaknya dapat cerita dari ibunya tentang kisah asmara korban dengan inisial I tersebut dan Bahar berencana membunuhnya dengan ingin memiliki uang dari hasil kopi,” imbuhnya.

Kapolres menyampaikan, korban yang sedang dalam posisi tidur dipukul menggunakan linggis pada bagian leher serta pipi dan rahang kiri menggunakan linggis berukuran panjang 65 cm, diameter 4 cm dan berat 10 kg.

“Korban dipukul benda tumpul saat dirinya tertidur tepat dibagian pipi wajah,” tuturnya.

Mereka lantas menguburkan jasad korban di lahan belakang rumah mereka. Bahar mencampurkan semen dan air untuk menutupi kuburan tempat mereka menguburkan jenazah Surono.

Setelah melakukan pembunuhan, tersangka Bahar kembali ke Bali karena alasan pekerjaan. Namun ia sempat kembali ke rumah karena kuburan yang ditutupi semen retak.

Sehingga tersangka memutuskan untuk membangun bangunan permanen di lahan tersebut untuk mengelabuhi warga sekitar.

Kapolres menerangkan, atas pebuatannya, kedua tersangka terancam dikenakan Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancanan hukuman mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More