Rekomendasi

Polres Batu Ringkus 7 Orang Kurir dan Pengguna Sabu - Sabu

Selasa, 19 November 2019 : 22.27
Published by Hariankota
KOTA BATU - Berbekal pengembangan tertangkapnya seorang pemakai narkotika jenis sabu - sabu Satnarkoba Polres Batu berhasil mengamankan 4 orang kurir dan 3 pemakai sabu - sabu.

Tujuh orang ini seluruhnya warga Kota Batu yakni MF (23), IH (22), NEW (16), dan WAN alias Keceng (19) sebagai kurir, serta tiga orang lainnya sebagai pemakai yakni AS (32), DAA (28), dan MA alias DC (25) seorang perempuan.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama mengungkapkan berbekal tertangkapnya AS pada 19 Oktober 2019, pihaknya bergerak melakukan pengembangan.

"Usai AS pemakai kita amankan WA sebagai kurir pada 27 Oktober 2019, WA ini yang memberi barang ke AS, sedangkan WA ini mendapat barang dari pengedar AJ yang masih DPO (Daftar Pencarian Orang)," jelas Harviadhi, saat rilis di Mapolres Batu, Selasa (19/11/2019).

Kemudian secara berturut-turut polisi berhasil menangkap IH sebagai kurir, dua pengedar narkotika di Batu, hingga terakhir DAA sebagai pemakai. Dalam modus operasinya, kurir mengirimkan paket narkoba dalam bungkus rokok dengan modus ranjau kepada para pemakai.

"Sebulan biasanya ngirim 8 - 10 kali kalau dapat pesanan melalui telepon. Terus dikemas di bungkus rokok sekali transaksi mendapat Rp 200 ribu," papar MF, salah seorang kurir sabu - sabu.

Dari kurir ini selanjutnya pengguna sabu - sabu membeli seharga Rp 200 ribu untuk satu paket berukuran kecil.

"Saya beli Rp 200 ribu satu paketnya. Dipakai di tempat karaoke daerah Pesanggrahan biasanya sudah makai 4 - 5 bulan makai, biasanya sama teman-teman bersama," terang DC alias MA, perempuan pengguna sabu - sabu.

Kapolres Batu yang akrab disapa Harvi ini juga menyebut bila 7 orang kurir dan pengguna sabu - sabu yang diamankan merupakan jaringan lokal, dimana barangnya didapatkan dari daerah Madura.

"Mereka ini semuanya pemain lokal. Ada satu orang kurir yang masih anak dibawah umur usianya 16 tahun. Sekarang sudah proses di pengadilan sidang," lanjutnya.

Harvi menambahkan seluruhnya dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 Undang - Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara, maksimal 12 tahun penjara," pungkas Harvi.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Gunadi

Share this Article :