Rekomendasi

Rizal Ramli Tanggapi Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Kamis, 07 November 2019 : 15.59
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Rencana pemerintah akan memberlakukan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menuai protes keberatan dari berbagai pihak, terutama masyarakat dari golongan ekonomi rendah.

Ekonom senior Rizal Ramli saat menjadi narasumber seminar nasional di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Kamis (7/11/2019) berpendapat, masalah yang membelit BPJS Kesehatan bukan perkara yang tidak bisa disembuhkan, sekalipun kini mengalami kerugian.

"Kebetulan saya dan kawan - kawan serikat pekerja yang memperjuangkan UU BPJS tahun 2011. Dua tahun lebih (lamanya) kami minta Pemerintahan SBY (saat itu) supaya menggolkan UU tersebut," katanya.

Pada awal disahkannya UU BPJS tahun 2013, menurut mantan Menko Kemaritiman ini, modal yang disertakan oleh pemerintah (Rp 5 triliun) terlalu kecil dengan alasan tidak ada dana.

"Padahal kasus Century itu merugikan negara Rp 7 triliun. Kalau pemerintah mau, seharusnya modal BPJS bisa jauh lebih besar," ujarnya.

Pantauan hariankota.com, dalam seminar yang dihadiri ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) ini, RR biasa disapa menyampaikan, ada cara alternatif yang bisa ditempuh agar iuran BPJS tidak naik.

"Pemerintah harus menambah modal, sebab jika yang dinaikan adalah iuran dari masyarakat maka justru akan menambah angka kemiskinan. Masyarakat akan mengeluarkan uang lebih banyak untuk kesehatan," ucapnya.

Kedua, kata Rizal, revisi UU BPJS soal besaran iuran. Iuran pekerja maksimal 2% dari pendapatan, sementara perusahaan 6%. Besaran ini bisa disesuaikan berdasarkan tingkat pendapatan. Misalnya, di bawah upah minimum kerja digratiskan.

"Aturannya harus dirubah, kontribusi perusahaan harus dinaikkan dua sampai tiga kali dari yang sekarang. Toh, upah pekerja Indonesia masih rendah. Kalau itu diperbaiki, otomatis BPJS Kesehatan bisa sehat," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayuwati

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More