Rekomendasi

Sendimat VII PPPPTK Matematika Bahas Era Revolusi Industri 4.0

Kamis, 14 November 2019 : 00.06
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Peluang dan tantangan pendidik dan tenaga kependidikan matematika dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dibahas dengan rinci dalam Seminar Pendidikan Matematika (Sendimat) VII di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Derah Istimewa Yogyakarta.

Sendimat ketujuh ini merupakan forum akademik tahunan yang digelar Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika DIY.

Seminar ini merupakan salah satu program unggulan dalam meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan matematika.

Terdapat 310 peserta dari berbagai wilayah di tanah air yang mengikuti sendimat yang sudah masuk tahun ke tujuh. Diharapkan para pendidik di bidang matematika dapat memberi solusi dan menjawab perkembangan teknologi.

Direktur Pembinaan Guru Dikdas Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Dr Praptono membuka seminar ini. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan secara global masalah guru yang terjadi di tanah air.

"Permasalah guru itu ada dua, yakni kompetensi dan distribusi. Jangan bandingkan pendidikan kita dengan Singapura, jumlah murid dan guru jauh berbeda," katanya, Rabu (13/11/2019).

Jumlah murid di Singapura, tak sebanding dengan murid di Indonesia. Permasalah yang dihadapi juga sangat jauh berbeda. Begitu juga dengan tenaga pengajar atau guru.

"Kalau kita perbandingannya dengan India, sama-sama memiliki jumlah murid banyak dengan beragam permasalahan yang dihadapi yang beragam," katanya.

Menurutnya belajar matematika itu cukup tegas, benar dan salah. Meski memiliki latar belakang Kimia, ia mengaku sangat menyukai belajar matematika.

Praptono juga menyampaikan kondisi di Kemendikbud yang saat ini dinahkodai generasi milenial, Nadiem Makarim. Ia juga menyampaikan beragam tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan saat ini.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk digitalisasi, computing power, dan data analytic telah melahirkan terobosan yang mendisrupsi kehidupan. Revolusi industri 4.0 memiliki skala, ruang lingkup dan kompleksitas yang lebih luas.

Pemakalah, Sumaryanta dan Joko Purnomo dari Widyaiswara PPPPTK Matematika memaparkan tentang Rekonstruksi Pembelajaran Matematika di Era Revolusi Industri 4.0. Model pembelajaran yang akan membekali siswa dengan kompetensi untuk menjawab tantangan di era resrupsi ini.

Pembicara lain yakni Guru Besar Institut Teknologi Bandung, Prof Iwan Pranoto. Ia menyampaikan bagaimana merumuskan kecakapan matematika untuk dunia yang semakin algoritmik, tetapi tak pasti.

Romi Satria Wahoni dari Researcher and techpreneur in software engineering, ènterprise architecture and data mining juga menjadi pembicara. Ia memaparkan tentang pembelajaran berbasis teknologi informasi, peluang dan tantangan pada era revolusi Industri 4.0.

Jurnalis: Danang Prabowo
Editor: Rahayu

Share this Article :