Rekomendasi

Sidang Dana Desa dan Pungutan PTSL, Kades Girimulyo Didakwa Pasal Berlapis

Kamis, 28 November 2019 : 17.37
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Kepala desa Girmulyo, Supparno alias Menje, yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penyelewengan dana desa dan pungutan pensertifikatan tanah sistematika lengkap (PTSL) di dakwa pasal berlapis.

Dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan tindak pidan korupsi, Semarang, terdakwa dijerat dengan pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), sebagaimana diubah UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor, subsider pasal 3 junto pasal 18 UU 31/1999 sebagaimana diubah UU 20/2001 dan pasal 12 huruf e UU yang sama.

Pelaksana tugas (Plt) Kejari Karanganyar, Murjioko yang didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus, Bagus Kurniawan, kepada hariankota.com, Kamis (28/11/2019) menyatakan, dalam surat dakwan yang dibacakan secara bergantian oleh JPU, Anon Prihantono dan Agung Purwa tersebut, terdakwa tidak melaksanakan kegiatan yang dananya sudah dicairkan, melaksanakan kegiatan secara fiktif yang berasal dari dana desa, serta dana aspirasi yang berasal dari anggota DPRD Karanganyar.

Selain itu, jelas Bagus, terdakwa juga melakukan pungutan PTSL kepada masyarakat.

Kerugian Negara yang timbul akibat perbuatan terdakwa, lanjut Bagus, sebesar Rp1,2 miliar, dengan perincian, pungutan PTSL kerugian mencapai Rp623 juta, sedangkan untuk kerugian negara dugaan penyelewengan dana desa sebesar Rp389 juta.

“Setelah pembacaan surat dakwaan ini, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi,” jelas Bagus Kurniawan, Kamis (28/11/2019). Sementara itu, terkait saksi yang akan dihadirkan, pihaknya masih perlu koordinasi dengan tim JPU.

“Untuk saksi, tentu sudah kita persiapkan, termasuk ahli yang menghitung kerugian Negara,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, Suparno yang merupakan kepala desa Girimulyo, dilaporkan warganya terkait dugaan penyelwengan dana desa dan dugaan pungutan liar PTSL.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, akhirnya Suparno ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan oleh tim penyidik Kejari Karanganyar.

Tim penyidik kejaksaan Negeri, menjerat tersangka dengan pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor, subsider pasal 3 junto pasal 18 UU 31/1999 sebagaimana diubah UU 20/2001 dan pasal 12 huruf e UU yang sama.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Mahardika

Share this Article :