Rekomendasi

Sidang Gugatan 100 Miliar Anggota DPRD Sleman Kembali Digelar

Kamis, 14 November 2019 : 23.34
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Sidang gugatan terhadap anggota DPRD Sleman dari PDI Perjuangan kembali digelar di Pengadilan Negeri Sleman. Agenda sidang kali ini mendengar keterangan saksi-saksi yang dihadirkan dari penggugat.

Tiga orang dihadirkan sebagai saksi dihadapan Ketua Majelis Hakim, Adi Satrio Nugroho. Salah satunya, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kecamatan Kalasan, Tugimanto.

Dalam kesaksiannya, sejak awal kasus ini diupayakan untuk diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil karena tergugat (Andreas Purwanto) tidak menanggapinya.

"Kami sebagai pengurus sudah berusaha agar masalah ini diselesaikan dengan musyawarah. Tetapi mediasi selalu gagal," katanya pada wartawan usai sidang di PN Sleman, Kamis (14/11/2019).

Pihaknya sudah mengadu ke DPC Sleman, DPD Provinsi hingga di DPP di Jakarta terkait masalah internal tingkat kecamatan ini. Namun, upaya penyelesaian secara damai kedua belah pihak tidak membuahkan hasil.

Sebagaimana diketahui, Supardiyono yang juga politisi PDIP ini menggugat rekannya. Gugatan materiil maupun immateriel hingga lebih dari 100 miliar.

Kasus ini bermula saat tergugat menutupi alat peraga milik penggugat. Penggugat merupakan caleg nomor urut 1 untuk dapil 3 Sleman, mulai dari Kalasan, Prambanan, dan Ngemplak.

Begitu juga dengan tergugat yang merupakan caleg nomor urut 6 dengan dapil yang sama. Masalahnya, nama penggugat ditutupi dan diganti nama tergugat di beberapa titik dalam alat peraga tersebut.

"Keterangan saksi-saksi yang kami hadirkan sudah diperdengarkan oleh Ketua Majelis Hakim, kami berharap gugatan kami nanti dikabulkan," kata Oncan Poerba, kuasa hukum penggugat (Supardiyono). (*)

Judul Brita sebelumnya; Ditutupi, Caleg PDIP Sleman Gugat Temannya 100 Miliar.

Jurnalis : Danang Prabowo

Editor : Mahardika

Share this Article :