Rekomendasi

Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Penganiayaan Mantan Anggota DPRD, Jaksa Hadirkan Sejumlah Saksi

Rabu, 27 November 2019 : 19.38
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Sidang kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh PH, mantan anggota DPRD Karanganyar periode 2014-2019, pada hari Rabu (27/11/2019), dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Sri Haryanto, Adiyati dan Ika Yustika tersebut, serta tim jPU yang terdiri dari Harinto dan Betty tersebut, JPU menghadirkan 3 orang saksi, sedangkan terdakwa PH, menghadirkan 1 saksi meringankan.

Pelaksana tugas (Plt) Kejaksaaan Negeri Karanganyar, Mujiarto, didampingi Kepala Seksi tindak pidana umum, Muhammad Adib Adam, menjelaskan, tahapan proses persidangan kasus ini, dimulai pada hari Rabu (20/11/20219), dengan agenda pembacaan surat dakwaan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi di depan majelis hakim.

Pada sidang ke dua ini, ujarnya, masih tetap dengan agenda pemeriksaan para saksi. Setelah pemeriksaan saksi, jelasnya, dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa, pembacaan tuntutan dari JPU, pembelaan dari terdakwa, sebelum akhirnya majelis hakim menjatuhkan putusan.

“Dalam sidang kedua ini, kami menghadirkan tiga orang saksi dan dari terdakwa menghadirkan satu saksi meringankan,” katanya kepada hariankota.com, Rabu (27/11/2019).

Dalam kesempatan terebut, Kepala seksi pidana umum juga melakukan klarifikasi atas pemberitaan hariankota.com, yang menyebutkan, jika terdakwa diancam dan dijerat dengan pasal 170 KUHP.

Yang benar, menurutnya, bahwa terdakwa dijerat dengan pasal 170 KUHP atau pasal 351 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Ketua DPC Partai Hanura sekaligus anggota DPRD Karanganyar periode 2014-2019, PH, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Sri Haryanto, Adiyati dan Ika Yustika tersebut, serta tim jPU yang terdiri dari Harinto dan Betty tersebut, dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh tim jaksa penuntut umum (JPU).

Kasus ini bermula ketika PH dilaporkan ke Sat Reskrim Polres Karanganyar, diduga karena melakukan penganiayaan terhadap GS, warga Dukuh Jloko Wetan Rt 01 Rw 15, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih pada tanggal 10 April 2019 lalu.

Penganiyayaan yang dilakukan oleh PH tersebut, dilakuakn berlatar belakang hutang piutang. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, akhirnya penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar, menetapkan PH sebagai tersangka.

Informasi yang dihimpun hariankota.com proses penyelidikan dan penyidikan ini, sempat terkendala ijin gubernur Jawa Tengah.

Pelaku pada saat melakukan penganiayaan, PH masih berstatus sebagai anggota DPRD. Setelah melalui tahapan dan mendapat ijin, akhirnya PH kembali menjalani pemeriksaan.

Seteah dinyatakan lengkap (P 21) akhirnya PH dilimpahkan ke Kejari Karanganyar untuk proses hokum selanjutnya. Untuk mempermudah proses hukum, PH kini ditahan oleh Kejari dan dititipkan di LP Klas II Surakarta, sambil menjalani proses persidangan.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :