Rekomendasi

Sidang Perdana Dugaan Penganiayaan, Mantan Anggota Dewan Ini Terancam Lima Tahun Penjara

Sabtu, 23 November 2019 : 08.52
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Ketua DPC Partai Hanura sekaligus anggota DPRD Karanganyar periode 2014-2019, PH, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Sri Haryanto, Adiyati dan Ika Yustika tersebut, serta tim JPU yang terdiri dari Harinto dan Betty tersebut, dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh tim jaksa penuntut umum (JPU).

Kepala seksi pidana umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, Muhammad Adib Adam, dalam surat dakwaanya, terdakwa PH terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penganiayaan terhadap GS, warga Dukuh Jloko Wetan Rt 01 Rw 15, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih pada tanggal 10 April 2019 lalu.

Atas perbuatannya, jelas Kasi Pidum, terdakwa PH, dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman 5 tahun 6 bulan penjara. “Saudara terdakwa melakukan penganiayaan terhadap korban GS,” jelas Kasi Pidum, Jumat (22/11/2019).

Usai membacakan surat dakwaan, langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi, sebelum akhirnya majelis hakim menunda sidang pada hari Rabu (27/11/2019) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi meringankan dari terdakwa.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, PH dilaporkan ke Sat Reskrim Polres Karanganyar, diduga karena melakukan penganiayaan terhadap GS, warga Dukuh Jloko Wetan Rt 01 Rw 15, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih pada tanggal 10 April 2019 lalu.

Penganiyayaan dilakukan oleh PH tersebut, dilakuakn berlatar belakang hutang piutang. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, akhirnya penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar, menetapkan PH sebagai tersangka.

Informasi yang dihimpun hariankota.com proses penyelidikan dan penyidikan ini, sempat terkendala ijin gubernur Jawa Tengah.

Pasalnya pada saat melakukan penganiayaan, PH masih berstatus sebagai anggota DPRD. Setelah melalui tahapan dan mendapat ijin, akhirnya PH kembali menjalani pemeriksaan.

Setelah dinyatakan lengkap (P 21) akhirnya PH dilimpahkan ke Kejari Karanganyar untuk proses hukum selanjutnya. Untuk mempermudah proses hukum, PH kini ditahan oleh Kejari dan dititipkan di LP Klas II Surakarta, sambil menjalani proses persidangan.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Jumali

Share this Article :