Rekomendasi

Sukamta: Masih Ada Blank Spot di DIY

Sabtu, 30 November 2019 : 20.53
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Diera teknologi digital saat ini, ternyata masih ada sebagian kecil wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang belum ada sinyal atau blank spot. Wilayah yang belum ada sinyal itu berada di Kabupaten Gunungkidul.

"Di DIY ini masih ada titik kosong, blank spot itu ada di Gunungkidul," kata Anggota Komisi I DPR RI Sukamta dalam Diskusi Publik Peningkatan Produktivitas Di Era Digital di Hotel Merapi Merbabu, Seturan, DI Yogyakarta, Sabtu (30/11/2019).

Fenomena itu bisa menghambat pergerakan ekonomi, khususnya bagi masyarakat yang memiliki usaha dengan mengandalkan internet dalam pemasaran. Wilayah ini menjadi tidak terjangkau.

Masih ada titik kosong itu menjadi tantangan yang harus diselesaikan. Terlebih, ada peraturan presiden yang mengatur untuk segera memprioritaskan wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

"Kita dorong pemerintah, melalui Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informasi) untuk segera mengisi titik kosong, blank spot yang ada di DIY ini," katanya.

Secara geografis, kata Sukamta, wilayah DIY bisa disebut daerah terdepan atau perbatasan negara. Perbatasan negara itu berada sebelah selatan laut jawa.

"Di selatan DIY ada Australia. Ya mudah-mudahan dalam waktu dekat semua titik kosong itu bisa segera diisi, apalagi di DIY ini banyak sentra UMKM," katanya.

Politisi PKS DIY ini juga mengajak pengguna internet untuk lebih produktif dibanding hanya untuk hiburan. Artinya, memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan kesejahteran ekonomi.

"Anak muda sekarang, memanfaatkan teknologi untuk kerja. Sangat berbeda dengan generasi tua yang memanfaatkan teknologi untuk hiburan," katanya.

Ia menyampaikan pentingnya menggunakan teknologi digital untuk pemasaran, khususnya produk UMKM. Sudah banyak contoh dengan memanfaatkan teknologi, hasil penjualan produk jauh lebih besar.

Tenaga Ahli Redesain USO (Universal Service Obligation) Kementerian Kominfo, Gun Gun Siswadi mengaku masih ada kendala terkait teknologi digital saat ini. Kendala itu mulai dari SDM yang belum sesuai hingga belum merata infrastruktur digital.

Gun Gun juga menyampaikan informasi sudah menjadi kebutuhan pokok, selain sandang pangan dan papan. Informasi itu diperolah dari gengaman tangan dengan sentuhan teknologi digital saat ini.

"Tentunya informasi yang bermanfaat dan untuk menambah ilmu pengetahuan yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteran bagi masyarakat," katanya.

Ia juga menyampaikan kenaikan yang cukup signifikan dari data pengguna internet. Di tahun 2018 lalu, terdapat 171,17 juta penduduk Indonesia yang mengakses dunia digital dari total penduduk 264,16 juta.

"Artinya ada 64 persen lebih masyarakat kita sudah melek teknologi digital, sebagian besar anak muda," katanya.

Jurnalis; Danang Prabowo
Editor: Mahardika

Share this Article :