Rekomendasi

Tagih Janji, Ketua DPC PDIP Solo Inginkan DPP Komitmen dengan Peraturan Partai

Selasa, 12 November 2019 : 15.49
Published by Hariankota
SOLO – Polemik di tubuh internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjelang Pilkada Solo 2020 tampaknya belum juga reda.

Menanggapi hal itu, untuk kesekian kalinya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo kembali angkat bicara terkait bursa penjaringan bakal calon (balon) Walikota dan Wakil Walikota Solo.

Rudy berkeinginan agar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) tetap memegang komitmen perihal peraturan PDIP Nomor 24 Tahun 2017.

Rudy mengungkapkan, dalam peraturan tersebut disebutkan bahwasanya bagi daerah yang berhasil memperoleh suara lebih dari 24 persen dalam pemilu, maka DPP memberikan keistimewaan bagi daerah tersebut, yakni dapat melakukan penjaringan tertutup untuk calon pimpinan dan wakil pimpinan daerah.

Peraturan itu pula yang menjadi acuan bagi Rudy beberapa waktu lalu untuk melaksanakan penjaringan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota secara tertutup.

Adapun dari hasil penjaringan itu pula disepakati oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP di Kota Solo hingga mengusung nama pasangan Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa.

Rudy juga pun menjelaskan, bahwa ada perbedaan dengan saat dirinya mendaftar sebagai calon walikota dahulu, dimana dirinya mendaftar menjadi walikota melalui penjaringan dengan cara pemilihan terbuka.

"Sekarang tertutup, itu dari arus bawah satu paket. Pak Pur jadi calon wali kota. Pak Teguh wakil wali kota. Itu dicalonkan dari bawah. Jadi proses pencalonan dari tahun 2005, 2010, 2015, itu beda.

Sedangkan penjaringan di tahun 2019 ini untuk pemilihan tahun 2020, penjaringannya tertutup. Karena DPP memberikan penghargaan untuk DPC - DPC di seluruh Indonesia, yang memperoleh lebih dari 24 persen, maka proses penjaringannya adalah tertutup.

Karena tertutup, berarti hanya rapat anak ranting, ranting, PAC, DPC, sudah selesai,” jelas Rudy kepada wartawan, Senin (11/11/2019).

Menanggapi jika kemungkinan DPP justru memberikan rekomendasi kepada pasangan calon yang bukan diajukan dari DPC saat ini, Rudy mengingatkan terkait aturan Nomor 24 Tahun 2017.

“Sekarang tinggal (keputusan) DPP saja. DPP membuat aturan itu mau dipakai atau enggak?, gitu saja. Kalau DPP membuat aturan tapi tidak dipakai, ya sudah selesai partai,” tandas Rudy.

Disinggung jika kemungkinan DPP memasangkan Achmad Purnomo dengan kandidat calon Wakil Walikota yang lain, Rudy pun kembali menegaskan.

”Berarti (DPP) melanggar peraturan Nomor 24 Tahun 2017. Bukan memvonis, tidak. Tapi, tampaknya DPP juga mempertimbangkan hal itu. Saya tak mau berandai-andai,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, belakangan pun muncul nama Gibran Rakabuming Raka yang juga bersikukuh untuk mencalonkan diri lewat PDIP.

Kendati sempat gagal dalam mengikuti penjaringan di DPC PDIP Kota Solo, namun putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu pun memilih langsung menemui Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Jurnalis : Kacuk Legowo

Editor : Mahardika

Share this Article :