Rekomendasi

Tangkap dan Geledah Tempat Tinggal Tiga Terduga Teroris di Solo, Petugas Tak Temukan Barang Berbahaya

Senin, 18 November 2019 : 19.37
Published by Hariankota
SOLO - Tim Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Anti Teror Mabes Polri, melakukan penangkapan terhadap tiga orang terduga teroris, di lokasi terpisah, di wilayah Kota Solo, Senin (18/11/2019).

Dibantu jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta, Tim Densus 88 juga melakukan penggeledahan di setiap lokasi itu.

Aparat bersenjata lengkap yang tiba di lokasi pertama, Kampung Sidodadi RT 5, RW 1, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan sekira pukul 11.00 WIB, langsung masuk ke dalam rumah Jamaludin.

Hingga sekira 30 menit kemudian, petugas tampak keluar dengan membawa sejumlah bungkusan.

Selanjutnya, aparat pun menyasar ke lokasi kedua, di Kampung Nayu Timur, RT 4, RW 18, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari. Di rumah yang ditempati terduga teroris bernama Jundullah, petugas juga melakukan penggeledahan selama hampir 30 menit.

Di lokasi penggeledahan ketiga di Jalan Cakra, Kampung Kauman RT 3, RW 5, Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasarkliwon. Usai memasang perimeter, aparat pun menggeledah sebuah kamar indekos yang diketahui ditempati terduga teroris bernama Frisnomi.

Petugas keluar dari gang tempat indekos dengan membawa sejumlah barang dalam amplop kertas. Sementara itu, Kapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai mengatakan, pihaknya diminta oleh Densus 88 untuk ikut mengamankan lokasi sekaligus membantu penggeledahan di tiga lokasi.

"Kami dikoordinasi dari pihak Densus 88 terkait adanya penangkapan terduga dari kelompok teroris. Dimana kami diminta untuk membantu melakukan pengamanan dan penggeledahan. Sehingga kami kirimkan Tim Inafis serta Unit Sabhara," terang AKBP Andy Rifai kepada wartawan.

Kapolresta Surakarta itu pun membenarkan adanya penangkapan serta penggeledahan di tiga lokasi tersebut, guna mencari barang bukti.

"Ada tiga lokasi, yakni di Pajang, Nusukan dan Kauman. Dari tiga lokasi itu diamankan sejumlah barang bukti, diantaranya laptop, handphone, flashdisk, buku-buku terkait jihad serta beberapa dokumen-dokumen pribadi," imbuhnya.

Lebih lanjut, dari hasil penggeledahan, Andy Rifai mengatakan, petugas tidak menemukan barang berbahaya. "Tidak ada barang-barang berbahaya. Semua barang bukti yang diamankan langsung dibawa Densus untuk proses selanjutnya," pungkasnya.

Jurnalis: Kacuk Legowo

Editor: Gunadi

Share this Article :