Rekomendasi

Viral Surat Larangan Pakai Atribut Natal pada Mall di Kota Malang, Begini Penjelasannya

Selasa, 26 November 2019 : 19.15
Published by Hariankota
KOTA MALANG - Surat edaran himbauan tidak menggunakan atribut natal oleh manajemen salah satu pusat perbelanjaan mall di Kota Malang viral di media sosial.

Surat dengan nomor 243/TR/MOG/EX/XI/2019 ini dikeluarkan pada 25 November 2019 ditandatangani oleh Peptina Magdalena selaku manajemen.

Pada surat tersebut tertulis 'Dalam rangka menyambut Hari Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember 2019 management menghimbau agar karyawan Bapak / Ibu tidak menggunakan atribut natal.

Namun surat himbauan yang dikeluarkan oleh manajemen Mall Olimpic Garden (MOG) sudah terlanjur viral beredar di media sosial dan pesan berantai.

Menanggapi kontroversi yang beredar Tenant Relation MOG Peptina Magdalena mengaku terkejut dan menyebut surat edaran tersebut telah dikeluarkan di perayaan hari natal yang sama selama empat tahun terakhir.

"Memang benar itu kami yang mengeluarkan edaran itu. Sifatnya hanya menghimbau pemilik tidak menggunakan atribut natal bukan melarang.

Surat ini juga kami keluarkan di tahun ketiga jadi bukan tahun ini saja kami keluarkan. Tapi kontroversinya justru muncul saat ini," terang Pepita ditemui hariankota.com, Selasa sore (26/11/2019).

Ia menambahkan penggunaan atribut yang dimaksud yakni yang melekat pada badan, bukan pada pemasangan accesoris dan pernak - pernik natal.

"Lha kami juga memasang pohon natal, accesoris natal, sampai sinterklas, bagaimana kami melarang penggunaan hiasan natal. Atribut itu sifatnya yang menempel pada tubuh seseorang. Jadi boleh pakai, boleh tidak," tambahnya.

Sementara itu Walikota Malang Sutiaji mengungkapkan urusan surat himbauan itu merupakan ranah internal pusat perbelanjaan itu sendiri.

"Itu berarti di internal sendiri, Kalau intern bukan domain kami. (Saya pastikan) tidak ada sweeping, tidak usah membesar-besarkan itu. Kita jamin (keamanan beribadah). Selama ini kehidupan antar umat beragama di Kota Malang rukun," pungkas Sutiaji.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Gunadi

Share this Article :