Rekomendasi

10 Fakta Pembunuhan Janda Muda Tanpa Busana di Ngawi

Sabtu, 28 Desember 2019 : 10.00
Published by Hariankota
NGAWI - Kepolisian telah berhasil mengungkap pelaku pembunuhan perempuan yang jasadnya ditemukan tanpa busana di kawasan hutan Dusun Pojok, Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, Ngawi.

Dari kejadian tersebut okezone mencoba merangkum sejumlah fakta - fakta penemuan jasad yang bernama Bella Diar Ulul Azmi (24).

1. Ditemukan Tanpa Busana oleh Pencari Rumput

Warga Dusun Pojok, Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi menemukan saat tengah mencari rumput di kawasan ladang jagung petak 51 di kawasan Resort Pemangku Hutan (RPH) Sidowayah.

Saat ditemukan Senin 23 Desember 2019 sekitar pukul 09.30, jasad tak mengenakan pakaian sama sekali. Hanya sebuah celana dalam yang tersangkut di ujung kaki dan pakaian dalam yang tergeletak di sekitarnya.

Saat ditemukan selain tanpa busana, sejumlah luka di kepala dan wajah begitu tampak. Dari hasil identifikasi awal kepolisian di lokasi kejadian, luka tersebut diduga akibat hantaman benda tumpul.

"Kami duga ini korban pembunuhan dengan luka - luka di kepala dan wajah. Ada luka bekas cekikan di leher korban juga," ujar Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Khoirul Hidayat.

2. Tanpa Identitas

Awalnya kepolisian sempat kesulitan menemukan identitas korban tersebut, akibat saat ditemukan tak ada petunjuk identitas apapun di lokasi. Identitas baru terkuak, setelah polisi menyebarkan foto dan informasi penemuan mayat tersebut ke jajaran polsek - polsek se - Kabupaten Ngawi.

Dari penyebaran tersebut, diperolehlah identitas jasad perempuan malang itu bernama Bella Diar Ulul Azmi (24) warga Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

"Polsek - Polsek kami minta menyebarkan brosur terkait penemuan jenazah ini. Diteruskan ke seluruh perangkat desa. Akhirnya diperoleh info korban warga Desa Ngale, Kecamatan Paron, berinisial BD," ungkap Kasatreskrim Polres Ngawi kembali.

3. Periksa Sejumlah Orang

Kepolisian bergerak cepat setelah berhasil menemukan identitas korban dengan melakukan pemeriksaan kepada para saksi - saksi.

Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto menyebut ada enam orang saksi yang sudah diperiksa mulai dari mantan suami, orang tua korban, hingga rekan - rekan dekat korban.

"Kita periksa saksi dari mantan suami, orang tua, hingga rekan korban," ucap AKBP Dicky Ario Yustisianto. Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dari keluarga dan rekan korban, diperoleh fakta bahwa Bella Diar berpamitan pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 WIB.

"Korban atas cerita keluarganya pamit pada Minggu sore untuk makan bersama teman - temannya. Ditraktir bilangnya. Tapi tidak dijelaskan oleh korban sama siapa dan dimana, tidak jelas. Hanya pamitan mau makan sama teman pada ibunya," jelas AKP Khoirul Hidayat.

4. Korban Janda Muda Satu Anak

Berdasarkan hasil identifikasi, korban merupakan janda muda satu orang anak dengan usia 24 tahun. Korban dan suami berpisah sekitar satu tahun lalu.

Sehari - hari ia tinggal bersama sang ibu di rumahnya di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Meski demikian, saat diperiksa penyidik mantan suaminya mengaku telah putus komunikasi sejak lama.

5. Polisi Periksa Media Sosial Korban

Korban Bella Diar diketahui aktif ber-media sosial. Hal ini membuat kepolisian memeriksa rekam jejak digital, termasuk mengecek siapa saja rekan medsos-nya yang dikenalnya.

"Korban ini termasuk aktif di media sosial. Kemungkinan korban pergi bersama teman - temannya yang dikenal di sosmed-nya," beber Khoirul Hidayat, pada 25 Desember 2019 lalu.

Benar saja dari hasil pemeriksaan jejak digitalnya, polisi menemukan fakta satu pelaku pembunuhan korban dari orang yang baru dikenalnya.

6. Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Sidoarjo

Dalam penyelidikan, Polres Ngawi bekerjasama dengan tim dari Polda Jawa Timur. Hasilnya, polisi berhasil mengendus keberadaan pelaku pembunuhan di Sidoarjo.

Pelaku bernama Muhammad Iqbal Maulana (20) warga Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, berhasil disergap di Sidoarjo. Pelaku yang sempat akan kabur dan melawan petugas saat diamankan, akhirnya dihadiahi timah panas petugas dua kali di bagian kaki kanan dan kiri.

"Pelaku kami tangkap di Sidoarjo Kamis kemarin. Saat diamankan tersangka dalam perjalanan pelaku berusaha melawan petugas sehingga kita lakukan tindakan tegas terukur," papar Khoirul Hidayat.

7. Berkenalan Lewat Percakapan Online

Muhammad Iqbal menuturkan awalnya ia mengenal Bella Diar melalui percakapan online. Setelah itu keduanya sepakat bertemu pada Minggu. Keduanya bertemu di jalan kampung dekat rumah korbannya.

Dengan menaiki sepeda motor korban keduanya berjalan - jalan. Namun permintaan korban yang ingin jalan ke Alun - Alun Ngawi ditolak pelaku. Pelaku justru menuju kawasan area hutan, sehingga terjadi pertengkaran antara korban dan pelaku.

"Saling kenal di percakapan online Hello Yo sebulan lalu, kemudian keduanya janjian di dekat jalan rumah korban. Lalu diajak jalan menggunakan motor korban. Oleh pelaku dibawa menuju hutan, namun korban sempat menolak dengan alasan ingin jalan di Alun - Alun Ngawi, di situ terjadi pertengkaran," terang Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto saat rilis di Mapolres Ngawi.

8. Korban Dipukul hingga Tewas

Berdasarkan pemeriksaan kepada pelaku diperoleh fakta bahwa tersangka menghabisi korbannya dengan memukul. Namun di jari pelaku terpasang cincin batu akik sehingga karena kerasnya pukulan di bagian kepala dan wajah membuat korbannya meregang nyawa.

"Korban ini dipukul dengan tangan yang memakai batu akik. Korban juga dicekik di lehernya. Untuk menghilangkan jejak, pelaku melucuti semua pakaian korban dan membuangnya ke sungai agar bisa mengecoh polisi, supaya dikira korban pemerkosaan," jelas AKP Khoirul Hidayat.

9. Ingin Menguasai Harta Benda Korban

Sesuai pengakuan pelaku tega melakukan aksinya lantaran ingin mengambil sepeda motor korbannya.

"Motor korban Beat warna hitam dan ponsel dirampas pelaku. Kemudian dijual ya ke seorang warga Sidoarjo berinisial M. Sudah kita amankan juga karena menerima penjualan sepeda motor tanpa dokumen," papar AKBP Dicky Ario Yustisianto.

Pelaku sendiri mengaku telah menjual sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan Nopol AE 3156 JD seharga Rp 4,5 juta kepada Miskano (28) warga Krian, Kabupaten Sidoarjo.

Setelah menjual motor korban, uang hasil penjualannya digunakan untuk kebutuhan hidup sehari - hari dan dibelikan sebuah handphone baru.

10. Pelaku Residivis Pencurian Motor

Muhammad Iqbal, pelaku pembunuhan Bella Diar ternyata merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor pada tahun 2016 dan 2018. Ia bahkan baru bebas dari jeruji besi Lapas Ngawi pada November 2019 lalu.

Saat awal - awal berkenalan dengan Bella Diar, pelaku masih mendekam di Lapas Ngawi. "Keduanya saling mengenal dari sebuah percakapan online Hello Yo. Saling mengenal sebulan lalu saat pelaku masih di Lapas," tutur Kapolres Ngawi.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Jumali

Share this Article :