Rekomendasi

Antisipasi Buruh Migran Radikal, Kemenaker dan Kemenhan Jalin Kerjasama Berikan Pelatihan

Rabu, 18 Desember 2019 : 20.25
Published by Hariankota
MALANG - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melakukan penandatanganan MOU atau kerjasama memberikan pelatihan ideologi kebangsaan bagi para pekerja migran (PMI).

Kerjasama antar dua kementerian ini dilakukan pada peringatan hari pekerja migran internasional atau International Migrant Day, yang dipusatkan acara di Markas Divisi (Madiv) Kostrad, Kecamatan Singosari, Kabupatèn Malang, pada Rabu (18/12/2019).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah mengatakan kerjasama pelatihan bela negara bagi para pekerja migran ini dirasa penting.

Selain sebagai penanaman ideologi bagi pekerja migran, para pekerja migran juga diharapkan mampu menjadi duta negara ketika bekerja di negara tujuan masing-masing.

"Kita ingin pekerja migran menjadi duta bela negara yang akan menjaga Indonesia di luar negeri dan memperkenalkan Indonesia dengan kebhinekaan tunggal ikaannya dan ideologi Pancasilanya.

Maka kami rasa perlu diadakan peningkatan pemahaman ideologi dan bela negara," jelas Ida Fauziah saat memberikan pengarahan.

Jadi menurut Ida, selain dibekali dengan kemampuan dan kompetensi keahlian di berbagai bidang pemerintah akan membekali para pekerja migran dengan pengetahuan bela negara.

"Kami tidak pernah meragukan ideologi kalian semua (para pekerja migran), tetapi ada sebagian pekerja kita tergoda hal - hal lain, banyak belajar mengenai pengetahuan radikal.

Mulai dikenakan dengan ideologi baru yang jauh dari ideologi yang ada di Indonesia. Itu yang perlu kita waspadai," ujar politisi PKB ini.

Maka nantinya dalam pelatihan sebelum para pekerja migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ini berangkat ke negara tujuan masing - masing, pengetahuan mengenai kebela negaraan akan diberikan bekerja sama dengan Kemenhan.

"Dalam pelatihan yang biasa dilakukan, orientasi yang dilakukan pekerja migran akan ada satu tambahan bekal tentang ideologi kebangsaan kita. Supaya pekerja migran yang berangkat dengan ideologi yang kuat," tuturnya.

Di sisi lain Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Wahyu Sakti Trenggono yang mewakili Menhan, mendukung langkah pembekalan tambahan ideologi bagi para pekerja migran supaya mampu menjadi duta bela negara di luar negeri.

"Pada intinya tunjukkan perilaku simpati dimana negara tempat anda bekerja. Belajarlah perilaku yang baik, tunjukkan ke negara lain bahwa Indonesia sebagai negara yang besar dengan bermacam - macam perbedaan namun tetap menjadi satu dalam kebhinekaan dan ideologi Pancasila-nya. Itu penting bagi mereka," pungkasnya.

Dalam peringatan hari buruh migran internasional, setidaknya 5.000 buruh dari berbagai wilayah menghadiri acara yang berlangsung di Markas Divisi Kostrad, Singosari, Kabupatèn Malang.

Jurnalis; Miadaada
Editor: Gunadi

Share this Article :