Rekomendasi

Awas, Ibu Hamil Rentan Tertular HIV/AIDS

Minggu, 01 Desember 2019 : 19.10
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Mendekati penghujung akhir tahun, di Kabupaten Sukoharjo sebanyak delapan ibu hamil dinyatakan positif mengidap virus HIV /AIDS yang ditularkan oleh pasangannya.

Hal itu diketahui saat para ibu hamil diminta menjalani tiga tes infeksi menular secara sukarela yakni HIV, sifilis dan hepatitis B.

Informasi yang didapat hariankota.com tepat di Peringatan Hari AIDS Sedunia, Minggu (1/12/2019), selain ibu hamil, tren penularan virus yang belum ada obatnya ini juga telah bergeser.

Seperti dituturkan koordinator Yayasan Sahabat Sehat Mitra Sebaya (Yasema) Sukoharjo, Garis Subandi, tren penularan beralih dari kelompok lelaki suka lelaki (homo seksual) atau gay menjadi perilaku heteroseksual.

“Sementara, jumlah penderita baru dari kalangan heteroseksual sebanyak 14 orang. Sedangkan penderita baru dari kelompok gay hanya ada 4 orang,” paparnya.

Para pengidap baru virus HIV/AIDS ditemukan saat menjalani voluntary counseling test (VCT) di puskesmas maupun rumah sakit. Mereka terbanyak ditemukan di wilayah perbatasan dengan Kota Solo seperti Kartasura, Grogol, dan Mojolaban.

"Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) harus menjalani pengobatan antiretroviral (AVR) guna menekan jumlah virus di dalam tubuh. Untuk Sukoharjo, terapi ARV dilakukan di RSUD Ir. Soekarno dan 3 puskesmas yakni di Nguter, Kartasura dan Grogol," sebutnya.

Disampaikan Subandi, data hingga Agustus 2019 ini, pengidap HIV/AIDS di Sukoharjo yang meninggal dunia telah mencapai sebanyak 102 orang, dengan jumlah kasus ODHA selama 2008 hingga Agustus 2019 sebanyak 560 kasus.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan, pihaknya telah mengoptimalkan klinik VCT di 12 kecamatan dan rumah sakit di Sukoharjo.

Mobil layanan VCT bakal berkeliling ke perdesaan sebagai upaya menemukan penderita ODHA baru.

“Kasus virus HIV/AIDS ibarat fenomena gunung es. Hanya sedikit yang terdeteksi padahal masih banyak pengidapnya. Klinik VCT di setiap puskesmas bakal lebih dIoptimalkan,” pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Jumali

Share this Article :