Rekomendasi

Bau Limbah Tak Juga Reda, PT RUM Kembali Didemo Warga

Selasa, 10 Desember 2019 : 15.25
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Ratusan warga mengatasnamakan Forum Warga Terdampak limbah pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang pabrik yang berlokasi di Desa Plesan, Nguter, Sukoharjo, Selasa (10/12/2019) sore.

Satu - persatu mereka berorasi dari atas mobil komando menuntut tanggung jawab pabrik atas bau limbah yang tak juga kunjung ada kepastian kapan akan berakhir. Dalam orasi ini, peserta aksi lain mengiringi dengan memukul - mukul kentongan yang dibawa ke lokasi.

Salah satu koordinator aksi, Herman menyampaikan, warga kembali berunjuk rasa dengan membawa tiga tuntutan yaitu, hentikan pencemaran lingkungan, cabut ijin lingkungan, dan hentikan represifitas aparat terhadap warga Sukoharjo.

"Kami menuntut kepada pihak pabrik tidak mengingkari komitmennya agar tidak mencemari lingkungan diwilayah Sukoharjo. Kami menunggu apa yang akan dilakukan PT RUM, karena kami masih merasakan adanya pencemaran udara," ujarnya.

Aksi unjuk rasa kali ini dilakukan karena warga sudah geram dengan masih berlangsungnya polusi. Sudah berkali-kali PT. RUM dan Pemerintah menjanjikan bahwa mereka akan mengatasi pencemaran lingkungan, namun hingga kini belum juga ada buktinya.

"Tapi kenyataannya mereka tidak pernah menepati janjinya. Hal ini harus segera disikapi bersama, agar warga kembali menghirup udara segar. Jika tidak ada tanggapan, kami akan terus melakukan aksi," imbuhnya.

Pantauan hariankota.com dilapangan, aksi dikawal ketat oleh ratusan anggota Polres Sukoharjo dipimpin langsung Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas di pintu masuk area pabrik.

"Kami menurunkan sebanyak 327 anggota untuk pengamanan aksi sebagai upaya antisipasi dari hal - hal tak diinginkan," ujar Kapolres.

Seperti diketahui, aksi warga menolak keberadaan pabrik lantaran telah menyebabkan berbagai persoalan seperti dugaan pencemaran telah berlangsung sejak akhir akhir 2017 silam.

Bahkan 7 orang ditangkap dan harus menjalani hukuman penjara karena dianggap dalang kerusuhan saat aksi unjuk rasa.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Kadek Arya Wiguna


(Jumali)
Share this Article :