Rekomendasi

Bebas dari Lapas Kembali Beraksi, Dua Residivis Didor Polisi

Senin, 09 Desember 2019 : 17.42
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Dua residivis pencurian dan penjambretan mendapat hadiah timah panas di masing - masing betis kakinya lantaran melawan saat akan ditangkap anggota Satreskrim Polres Sukoharjo.

Mereka adalah Bagus Aji Hermawan (18) warga Pulosari, Gayam, Sukoharjo bertindak sebagai joki dan Catur Res Jenar (22) warga Mlajon, Kemasan, Polokarto, Sukoharjo selaku eksekutor.

Dari hasil pengembangan penyidikan, mereka diketahui telah melakukan aksi kejahatan tindak pidana pencurian di 18 tempat kejadian perkara (TKP) di berbagai wilayah.

Dari 18 TKP tersebut, selain menjambret di jalan, mereka juga melakukan tindak pidana pencurian burung berkicau mulai Jalak Suren, Poci, Murai hingga Love Bird dirumah warga saat penghuninya lengah.

"Mereka ini baru saja bebas dari Lapas, namun kembali melakukan tindak pidana penjambretan di jalan dengan korban seorang wanita pengendara sepeda motor," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas saat rilis ungkap kasus di Mapolres setempat, Senin (9/12/2019).

Kepada hariankota.com Kapolres menuturkan, TKP penjambretan di daerah Jetis, Sukoharjo, Jum'at, 15 Nopember lalu sekira pukul 11.30 WIB.

Dari aksinya ini, korban berinisial M (50) warga Tegalharjo, Sukoharjo kehilangan tas berisi handphone, STNK, ATM, dan uang tunai sebesar Rp 250 ribu.

"Setelah mendapat laporan korban, maka kami melakukan serangkaian tindakan penyelidikan hingga dapat mengidentifikasi dan menangkap tersangka di Sukoharjo Kota dan Polokarto," ungkap Kapolres.

Korban menurut Kapolres terpaksa harus mendapat tindakan tegas terukur karena saat hendak ditangkap melakukan perlawanan. Mereka dilumpuhkan dengan tembakan dikaki setelah sebelumnya tak mengindahkan tembakan peringatan.

Dari penangkapan para tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motot matik yang digunakan sebagai sarana melakukan tindak kejahatan dan 1 unit handphone warna emas hasil kejahatan.

"Tersangka kami jerat dengan pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP atau pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancamannya dihukum kurungan penjara maksimal 5 tahun," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :