Rekomendasi

Beristirahat di Rest Area Tol Saradan, Uang Tunai Rp 1,5 Juta Lenyap Digondol Maling

Minggu, 22 Desember 2019 : 09.09
Published by Hariankota
MADIUN - Nasib naas dialami Sukaria Ratna Sari, yang menjadi korban perampokan saat tengah beristirahat di rest area atau tempat peristirahatan KM 626 Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Aksi perampokan ini yang terjadi pada Kamis dini hari 19 Desember 2019 sekitar pukul 02.00 WIB sempat terekam CCTV rest area. Bahkan video perampokan ini viral di media sosial.

Dari rekaman CCTV tampak pelaku yang menaiki mobil berwarna hitam memarkir kendaraannya di samping mobil korbannya. Pria tersebut turun lalu mencari target yang diincarnya.

Tak berselang lama, ia mengambil sebuah tas dari mobil minibus yang terparkir di kiri mobil pelaku. Pelaku membuka pintu mobil dan mengambik sebuah tas lalu pergi begitu saja.

Sang korban yang menyadari tasnya dicuri berusaha mengejar pelaku. Namun usaha itu sia - sia, mobil yang dikendarai pelaku langsung kabur dengan menerobos trotoar parkiran rest area dan pergi begitu saja.

Kasatreskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya telah menerima laporan dari korban yang kebetulan sedang beristirahat usai menempuh perjalanan dari Semarang dan hendak menuju Malang.

"Korbannya atas nama Sukaria Ratna, yang bersangkutan sedang istirahat di dalam mobil usai mengemudi dari Semarang. Kalau pengakuannya hendak menuju Malang," ujarnya, saat dikonfirmasi Minggu (22/12/2019).

Korban sendiri harus kehilangan uang tunai Rp 1,5 juta KTP, SIM C, ATM Mandiri, ATM BCA, ATM BNI, Kartu Asuransi yang disimpan dalam tas yang dibawa pelaku.

Pihak kepolisian sendiri telah mengantongi identitas kendaraan pelaku dari rekaman kamera CCTV. Saat ini petugas tengah melakukan perburuan terduga pelaku.

"Identitas kendaraan sudah kita ketahui Nopol B area Jakarta. Dugaannya pelaku berjumlah lebih dari satu orang, saat ini sedang dalam penyelidikan," ucap Logos kembali.

Terkait adanya saksi mata yang mendengar letusan sejenis senjata api di lokasi kejadian, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan.

"Saksi di TKP mengaku sempat mendengar suara letusan sebanyak dua kali. Tapi belum bisa kita pastikan pelaku membawa senjata api atau tidak, karena bisa jadi suara letusan tersebut berasal dari knalpot mobil," pungkasnya.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Kadek Arya Wiguna

Share this Article :