Rekomendasi

Diduga Lakukan Penganiayaan, Bapak dan Anak Dituntut 3 Hingga 6 Bulan Penjara

Selasa, 17 Desember 2019 : 15.58
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Jaksa penuntut umum (JPU) menuntu dua terdakwa kasus dugaan penganiyaan yang dilakukan mantan anggota DPRD Karanganyar periode 2014-2019 PH, bersama anaknya MI.

JPU menuntut terdakwa PH dengan 6 bulan penjara, sedangkan MI, dituntut 3 bulan penjara. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar tersebut, JPU Harinto, membacakan kronologi serta keterangan para saksi dalam persidangan sebelumnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kajari Karanganyar, Mujiarto yang didampingi Kasi Pidum, Muhammad Adib Adam, kepada hariankota.com Selasa (17/12/2019), menjelaskan, salah satu pertimbangan yang meringankan karena antara korban dan kedua terdakwa.

Sebelumnya telah ada upaya perdamaian. Sedangkan pertimbangan JPU menuntut tiga bulan penjara terhadap MI, karena yang bersangkutan masih menuntutu ilmu di salah satu perguruan tinggi.

“Salah satu Dasar pertimbangan tuntutan terhadap kedua terdakwa, karena sebelumnya ada upaya damai antara korban dengan terdakwa. Sedangkan pertimbangan kedua, terdakwa MI masih sekolah dan masih menuntut ilmu,” terang Kasi Pidum, Selasa (17/12/2019).

Sidang yang dipimpin majelis hakim Sri Haryanto, Adiyati dan Ika Yustika tersebut, ditunda dan memberikan kesempatan terdakwa untuk mengajukan pembelaan atas tuntutan JPU tersebut.

Kasus ini bermula ketika PH dan MI, dilaporkan ke Sat Reskrim Polres Karanganyar, diduga karena melakukan penganiayaan terhadap GS, warga Dukuh Jloko Wetan Rt 01 Rw 15, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih pada tanggal 10 April 2019 lalu.

Penganiyaanyang dilakukan oleh PH tersebut, dilakuakn berlatar belakang hutang piutang.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, akhirnya penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar, menetapkan PH sebagai tersangka serta dijerat dengan pasal 170 atau pasal 351 KUHP. Sedangkan MI dijerat dengan pasal 351 (1) Jo pasal 55 (1) KUHP.

Informasi yang dihimpun hariankota.com proses penyelidikan dan penyidikan ini, sempat terkendala ijin gubernur Jawa Tengah.

Pasalnya pada saat melakukan penganiayaan, PH masih berstatus sebagai anggota DPRD. Setelah melalui tahapan dan mendapat ijin, akhirnya PH kembali menjalani pemeriksaan.

Seteah dinyatakan lengkap (P 21) akhirnya PH dilimpahkan ke Kejari Karanganyar untuk proses hukum selanjutnya. Untuk mempermudah proses hukum, PH kini ditahan oleh Kejari dan dititipkan di LP Klas II Surakarta, sambil menjalani proses persidangan.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :