Rekomendasi

Gelar Lomba Jemparingan Cara Kodim 0735 Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Daerah

Minggu, 08 Desember 2019 : 21.13
Published by Hariankota
SOLO - Dalam rangka memperingati Hari Juang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) 2019, Kodim 0735/Surakarta menyelenggarakan kegiatan Dandim Cup Gladhen Ageng Jemparingan Tingkat Nasional, di Benteng Vanstenburg Surakarta, Minggu (8/12/2019).

Lomba jemparingan (memanah) yang bekerjasama dengan Padepokan Djemparingan Hardho Dedali dengan mengusung tema NKRI Harga Mati dan Persatukan Nusantara Melalui Budaya ini, diikuti oleh 550 orang peserta dari sejumlah kota di Indonesia, diantaranya Bali, Madura, Surabaya, Magetan, Solo Raya, Jogjakarta , Semarang dan Jawa Barat.

Lomba memanah tingkat nasional tersebut dihadiri oleh Dandim 0735/Surakarta Letkol inf Wiyata S Aji, Sekda Kota Surakarta Ahyani, Dandenpom IV/4 Ska Letkol Cpm Gunawan Setia, Kapolresta Surakarta AKBP Andi Rifai, Kasdim Mayor Inf Alfian Yudha Praniawan, Para Perwira Satf dan Danramil jajaran Kodim 0735/Surakarta, beserta para anggota dan PNS.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 0735/Surakarta Letkol inf Wiyata S Aji menyampaikan bahwa animo peserta cukup besar dalam mengikuti kegiatan lomba jemparingan ini.

"Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang sudah mengikuti kegiatan ini melebihi Kuota yang ditargetkan," kata Dandim.

Lebih lanjut, Dandim 0735/Surakarta Letkol inf Wiyata S Aji mengatakan, selain diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD Tahun 2019, lomba memanah ini juga memberi apresiasi positif terhadap minat masyarakat serta mempererat tali silaturahmi antar pemanah di Tanah Air, sekaligus tercipta hubungan yang harmonis antar sebagai upaya untuk turut ikut menjaga dan melestarikan budaya daerah.

“Lomba Dandim Cup Gladhen Ageng Jemparingan ini merupakan ajang untuk meningkatkan mental spiritual dan melestarikan budaya. Selain itu, hal ini juga untuk memelihara kebersamaan komponen masyarakat dalam mendukung tugas TNI”, imbuhnya.

Dikatakannya, olahraga Jemparingan yang berakar dari keterampilan memanah para prajurit kerajaan saat itu, lebih dikenal sebagai salah satu cabang olahraga menjadi sarana rekreasi yang memiliki sejumlah manfaat dalam pembentukan karakter manusia karena butuh olah rasa dan olah batin.

“Sangat membanggakan bahwa aktivitas ini sekarang juga digemari generasi muda yang artinya proses pelestarian dan pewarisan bagian dari budaya bangsa ini dapat terus berkelanjutan, yang harus terus diupayakan adalah bagaimana energi dan semangat ini tetap terjaga hidup dan berkembang dalam masyarakat kita,” tandas Dandim.

Jurnalis: Kacuk Legowo

Editor: Kadek Arya Wiguna

Share this Article :