Rekomendasi

Ibu Kandung yang Bunuh Anaknya di Kediri Divonis Alami Gangguan Jiwa

Minggu, 29 Desember 2019 : 17.43
Published by Hariankota
KEDIRI - Kepolisian memastikan ibu kandung di Dusun Jambean, Desa Manggis yang menyayat anaknya sendiri menderita gangguan jiwa. Hal ini setelah dilakukan pemeriksaan media oleh dokter kejiwaan selama dua hari.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar menyebut berdasarkan pemeriksaan keterangan baik dari kakak kandung korban yang juga anak sulung pelaku, tetangga, dan dokter dinyatakan mengidap gangguan jiwa.

"Berdasarkan keterangan saksi baik pelaku dan korban pasien tetap di rumah sakit di Pare, diperiksa oleh dokter kejiwaan juga," ujar Gilang Akbar saat dikonfirmasi pada Minggu (29/12/2019).

Dari keterangan kakak kandung korban didapat informasi bahwa korban menderita sakit mental dan fisik, sehingga sering tergeletak lemas di kasur dan harus mengonsumsi obat - obatan.

"Kalau keseharian ibu dan anak sebenarnya biasa saja, mereka tinggal bersama Miseran, suami dari Lasi (ibu kandung / pelaku), kakak kandung korban dan suaminya. Cuma dari keterangan dan bukti yang diberikan kakak kandungnya keduanya memang menderita gangguan kejiwaan," jelasnya.

Pihaknya menambahkan meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Lasi (63) ibu kandung yang membunuh putrinya Putri Wulandari (18) akan dibawa ke rumah sakit jiwa (RSJ) guna pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.

"Pelaku resmi menjadi tersangka, namun pelaku akan dibawa ke RSJ untuk rekam medis kejiwaan," pungkasnya.

Sebelumnya pada Jumat sore 27 Desember 2019 warga Dusun Jambean, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri dikejutkan dengan ulah Lasi (63) yang tega menyayat leher anak kandungnya sendiri hingga tewas.

Lasi awalnya mengajak korban tidur di kamar rumah, namun saat tidur itulah Lasi menggorok leher anaknya dengan pisau dapur hingga tewas. Diduga ia tega melakukan perbuatannya lantaran capek dengan ulah anaknya.

Selain itu, baik korban dan pelaku diketahui masih berstatuskan pasien kejiwaan di sebuah rumah sakit di Pare, Kabupaten Kediri, lantaran menderita gangguan jiwa.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Gunadi

Share this Article :