Rekomendasi

Karanganyar Darurat Sampah, Desa Butuh Solusi Konkrit

Selasa, 03 Desember 2019 : 20.26
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Hingga saat ini, persoalan sampah belum juga terselesaikan. Di sejumlah wilayah, tumpukan sampah masih terlihat.

Bahkan di lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) yang berada di Jengglong atau tepatnya did pan ruang perawatan RSUD Karanganyar, masih terlihat tumpukan sampah. Padahal TPS ini telah ditutup.

Bambang, salah satu warga sekitar, kepada hariankota.com, Selasa (03/12/2019) menegatakan, tidak diketahui secara pasti warga mana yang membuang sampah di TPS yang ditutup ini.

Bambang mendesak agar Satpol PP atau dinas terkait melakukan razia, terutama pada malam hari. “Biasanya membuang sampahnya malam hari. Kami minta agar Satpol PP atau dinas terkait melakukan operasi,“ kata Bambang.

Kondisi yang sama juga terjadi di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten. Tumpukan samapah yang menggunung juga terkihat di wilayah yang padat penduduk ini.

Ketua RW 18 Desa Ngringo, Muadzin, menjelaskan, desa Ngringo adalah salah satu desa yang memiliki volume sampah yang besar karena jumlah penduduknya yang cukup banyak.

Namun sampai saat ini, menurutnya, Desa Ngringo belum memiliki tempat pembuangan sampah yang resmi.

“Volume sampah di desa Ngringo sangat besar, namun tidak memiliki tempat pembuangan sampah yang resmi. Selama ini masyarakat membuang sampah di area kosong di pinggir sungai, sehingga saati ni kondisinya membahayakan. Bau yang menyengat jika musim hujan, serta rawan longsor dan menutupi aliran sungai,” jelas Muadzin, Selasa (03/12/2019).

Disisi lain, ketua RW 21 Desa Ngringo, Sularso, mengungkapkan, menambahkan, sebenarnya, di Ngringo sudah ada 1 lokasi ujicoba tehnologi pengelolaan sampah mandiri, namun penggunaanya, menurut Sularso, belum maksimal.

“Masih perlu banyak keterlibatan pemerintah untuk pembinaannya. Jika masalah sampah di Ngringo tidak teratasi maka Ngringo akan benar-benar menjadi wilayah darurat sampah. Ketika masyarakat sekitar menolak dijadikan lokasi pembuangan sampah, maka warga akan kesulitan membuang sampah,” kata dia.

Untuk mengatasi persoalan sampah di wilayah Karanganyar ini, anggota Komisi A DPRD I Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Yunus, usai melakukan peninjauan ke lokasi pembuangan sampah, menegaskan, di Ngringo sudah ada dua lokasi pengelolaan sampah, yang diharapkan tidak hanya mengatasi problem sampah, namun juga bisa menghasilkan hal-hal yang bernilai ekonomis.

Menyelesaikan persoalan sampah, jelas Yunus, memang membutuhkan pastisipasi semua pihak, terutama masyarakat karena ini menyangkut budaya. Budaya buang sampah dan kebiasaan mengelola sampah dimasing-masing rumah tangga.

“Jika kesadaran masyarakat untuk mensukseskan metode pengelolaan sampah yang diterapkan Lingkungan, sangat rendah, maka program pengelolaan sampah akan sulit berhasil. Disinilah sebenarnya peran penting pemerintah, yakni menggerakan budaya bersih dan budaya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan,” ujarnya

Untuk itu Yunus akan mendorong pemerintah provinsi dan daerah agar menangani masalah sampah tidak hanya soal serius merealisasikan program pengelolaan sampah yang tepat di masing-masing Desa, sehingga sampah selesai di Desa, namun juga melakukan gerakan penyadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah yang diharapkan pemerintah.

Jika ini berjalan, maka cita – cita persoalan sampah Selesai di desa, akan tercapai.

Jurnalis : Iwan Iswanda
Editor : Mahardika

Share this Article :