Rekomendasi

Kejari Sukoharjo Ringkus Buron 10 Tahun Terpidana Korupsi

Rabu, 04 Desember 2019 : 16.13
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo berhasil meringkus terpidana kasus korupsi setelah buron selama 10 tahun sejak terbitnya surat putusan vonis Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo 2009 silam.

Eksekusi penangkapan terhadap terpidana bernama Murod Irawan (53) ini disebut merupakan tindak lanjut putusan PN Sukoharjo yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Terpidana warga Duren Sawit Jakarta Selatan ini, dalam persidangan in absentia (tanpa kehadiran terdakwa-Red) pada waktu itu, dinyatakan terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar pasal 2 UU No. 31 Tahun 1991 tentang tindak pidana korupsi.

"Kenapa bisa begitu. Memang pengadilan tipikor khususnya, dimungkinkan untuk perkara tersebut dapat disidangkan tanpa kehadiran terdakwa. Pada waktu itu terdakwa dicari tidak ketemu," terang Kepala Kejari Sukoharjo, Tatang Volleyantono kepada hariankota.com saat rilis, Rabu (4/12/2019).

Murod yang telah menjadi buron sejak menjadi terdakwa tahun 2006 hingga diputus bersalah tahun 2009 dan berubah status menjadi terpidana ini, menurut Tatang baru bisa ditangkap Selasa (3/12/2019) kemarin sore disalah satu hotel yang ada di Kota Solo.

"Kebetulan, kami kemarin mendapat informasi bahwa yang bersangkutan berada di Solo. Maka kami segera memerintahkan Kasi Pidsus maupun Kasi Intel untuk melakukan penangkapan dan selanjutnya memasukan ke Rutan Kelas I Surakarta," papar Tatang.

Sesuai surat putusan PN Sukoharjo nomor 130/pid-b/2008/PNSKH tertanggal 13 Februari 2009, Murod yang dalam perkara korupsi di Sukoharjo telah merugikan negara sebesar Rp 3 miliar, divonis hukuman penjara selama 8 tahun, denda Rp 200 juta, subsidair 6 bulan kurungan.

Ditambahkan Tatang, Murod terlibat korupsi pengadaan buku paket PT Balai Pustaka. Kasus korupsi senilai Rp 12 miliar itu terjadi pada proyek pengadaan buku paket untuk murid sekolah dasar dan sekolah menengah yang berlangsung pada 2003-2004 silam.

"Yang bersangkutan ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Putra Ihsan Pramudhita, perusahaan yang menjadi rekanan PT Balai Pustaka. Ya kira - kira dalam kasus ini, dia itu bertindak seperti makelar," tutupnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor; Gunadi

Share this Article :