Rekomendasi

Korban Pengeroyokan Ruko Maut Solo Baru Desak Polisi Tangkap Seluruh Pelaku

Rabu, 11 Desember 2019 : 16.05
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Para korban pengroyokan maut diruko HA 19 Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, satu dari tujuh diantaranya meninggal dunia, melalui kuasa hukum mendesak Polisi segera menuntaskan penyelidikan dan menangkap para pelaku.

Peristiwa didalam ruko pada 1 Desember 2019 lalu sekira pukul 01.30 WIB tak jauh dari tempat hiburan malam Karaoke Bima tersebut, hingga kini menyisakan trauma mendalam bagi para korban luka dan keluarga korban meninggal dunia.

Diawali sebuah teguran yang dilakukan oleh salah satu penghuni ruko terhadap seorang pria dan wanita diduga pengunjung karaoke yang tengah cek-cok didepan ruko.

Tersingung atas teguran itu, puluhan orang yang berada tak jauh dari tempat cek- cok lantas mengejar sang penegur dengan masuk kedalam ruko dan menganiaya seluruh penghuninya secara membabi- buta.

Akibatnya satu penghuni ruko, Adi Kelvin Wijaya (24) warga Jalan Kolonel Sugiyono, Mergosono, Kedung Kandang, Malang, Jatim, tak terselamatkan nyawanya setelah dianiaya, sementara 6 orang rekannya harus dirawat intensif di rumah sakit.

Kuasa hukum para korban, Febry Andy Anggono saat ditemui hariankota.com di Mapolres Sukoharjo, Rabu (11/12/2019) menyampaikan, pihaknya sudah mendapat informasi satu tersangka sudah ditangkap Polisi sesaat setelah kejadian.

"Kami sudah cek kemarin, baru satu orang tersangka yang ditangkap. Seharusnya Polisi dapat mengungkap kasus ini tidak dalam waktu lama. Ini sudah dua pekan tapi belum ada progres," kata Febry didampingi dua rekannya.

Febry yang datang jauh - jauh dari Kota Malang ini bertekad akan terus mengawal kasus hingga seluruh pelaku bisa ditangkap. Dia menyebut, kesaksian para korban, meski jumlah pelaku belum dapat dipastikan, tapi mereka mengatakan antara 15-20 orang.

"Saat ini tiga korban terakhir yang dirawat di rumah sakit sudah pulang kerumah, tapi belum bisa bekerja karena masih menjalani rawat jalan. Selain itu mereka juga masih trauma dengan meninggalnya satu orang rekannya," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Kadek Arya Wiguna

Share this Article :