Rekomendasi

Nekat Ngoplos Gas Elpiji, Sukidi Masuk Bui

Selasa, 10 Desember 2019 : 20.33
Published by Hariankota
SOLO - Lantaran terbukti mengoplos isi tabung gas Elpiji, Sukidi (44) alias Slamet, warga Kecamatan Jebres, Solo harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Penangkapan terhadap tersangka oleh Satuan Resesrse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta berawal dari adanya laporan atas kecurigaan warga di kawasan Sekip, Kecamatan Banjarsari, Surakarta terkait adanya aktivitas ilegal berupa pemindahan isi tabung gas bersubsidi ke non-subsidi.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, Sukidi pun akhirnya ditangkap dan diproses lebih lanjut. Tersangka pun mengaku jika dirinya sengaja memindahkan isi tabung gas subsidi berukuran 3 kilogram ke dalam tabung non-subsidi 12 kilogram.

Adapun aksinya tersebut, menurut pengakuan tersangka sudah dilakukannya selama hampir satu bulan.

“Baru tiga minggu (mengoplos). Untuk satu tabung ukuran 12 kilogram, saya isi dengan empat tabung gas subsidi ukuran 3 kilogram,” aku Sukidi kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolresta Surakarta, pada Selasa (10/12/2019).

Tersangka menyebutkan, dirinya mendapatkan keuntungan hingga sebesar Rp 30 ribu dari setiap penjualan gas tabung 12 kilogram, dengan penjualan rata - rata sekira 15 tabung per hari.

“Tiap tabung subsidi 3 kilogram seharga Rp 20 ribuan dikalikan empat senilai Rp 80 ribu. Sedangkan, tabung 12 kilogram saya jual seharga Rp 110 ribu. Jadi keuntungan bisa mencapai Rp 30 ribu,” beber tersangka.

Dengan menggunakan selang juga regulator, tersangka pun mengatakan, jika dia mendapatkan pengalaman cara memindahankan gas dari salah satu rekanya yang bekerja di sebuah pangkalan gas.

Sementara itu, Wakasatreskrim Polresta Surakarta AKP Widodo mengatakan, tersangka terbukti telah melakukan tindakan melanggar hukum seperti tertera pada Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat 1 huruf b UU RI Nomor 8 tentang Perlindungan Konsumen.

Pelaku juga disangkakan dengan Pasal 53 huruf c UU RI Nomor 22 tahun 2011 tentang Minyak dan Gas. Akibat perbuatannya, tersangka terancam dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 2 miliar.

“Kami mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya tujuh tabung gas ukuran 12 Kg, satu unit mobil Toyota Calya, tas, enam tutup segel, satu unit mobil Daihatsu Grandmax, selang regulator, timbangan gantung dan tali tambang,” tandas AKP Widodo.

Jurnalis: Kacuk Legowo

Editor: Gunadi

Share this Article :